
Putri mengalami depresi postpartum atau depresi pasca melahirkan anak pertamanya. Dukungan keluarga membuatnya bisa melewati masa itu.
Dec 15, 2023
37 sec

Makanan berpengaruh ke mental, jiwa, dan spiritual seseorang. Kamu punya pengalaman begini soal makanan nggak? Yuk, simak episode baru Jangan Nyasar. April (24), pekerja rantau yang kini tinggal di Jakarta, cerita pengalamannya menjalani yoga dan meditasi. Apa yang ia dapat dengan melakoni dua kegiatan hening itu saat pandemi? Check this out, guys! Cerita April juga menarik disimak bagi kamu-kamu yang sedang merasa tidak baik-baik saja secara mental.
Aug 4, 2021
23 min

Jangan Nyasar merespons keresahan sebagian kawula muda memperkarakan buaya dan garangan di media sosial. Di episode kali ini, kita dapat cerita menarik dari Pijar --ukhtivis medsos-- yang punya pengalaman cukup variatif menghadapi para garangan dan buaya. Sebenarnya apa sih yang disebut garangan dan buaya. Seberapa berbahaya mereka. Lalu, gimana caranya menangkis jebakan garangan dan buaya ini? Mari kita simak bersama cerita agak menggelikan tapi senyata-nyatanya berbahaya bagi kemaslahatan umat manusia.
Dec 12, 2020
20 min

Pilihan isu ini dilatarbelakangi oleh pendapat yang mengkhawatirkan anak muda makin susah punya rumah sendiri. Dalam pendek pengetahuan Jangan Nyasar, pendapat ini terasa masuk akal. Generasi kami mengalami masa bekerja dengan gaji lebih tinggi sedikit saja dari UMR. Sementara harga tanah dan rumah makin menjulang. Ah, di sela keputusasaan, kami mengandaikan bakal dapat warisan rumah dari orang tua atau mertua di hari esok. Eh tapi ya kali, kalau nanti ternyata nggak dapat, gimana dong? Pokoknya saat ribet melayani pikiran semruwet, kami terus mencoba cari insight lain. Bertemulah dengan Ain, mbambak yang disebut mirip wajahnya dengan Bu Tejo Tilik. Sejak sebelum menikah, Ain dan pasangannya sudah memutuskan bakal tinggal di mana nantinya. Begini kisah tak lengkap perjalanan Ain dan Izir menemukan rumah tinggal dengan berbagai pertimbangan dan pengorbanan tak mudah. Yuk, simak!
Sep 12, 2020
20 min

Kenapa pertanyaan "kapan nikah" itu basi dan sebaiknya kamu hindari untuk diajukan ke orang lain? Kamu bisa denger Jangan Nyasar edisi kali ini buat nemuin salah satu jawabannya. Pernikahan di sekeliling kita, kalau kita mau buka mata, tak sedikit yang berujung pada kepedihan mendalam. Kamu-kamu mungkin juga semakin sadar, kawan-kawan di sekeliling tumbuh dengan keluarga yang beragam latar hidupnya. Salah satunya, mereka yang orang tuanya bercerai. Kalau kalau diamati, kawan-kawan ini pasti punya pembawaan-sikap berbeda dengan mereka yang kedua orang tuanya tidak bercerai. Perceraian orang tua tak sedikit membawa dampak dalam keberhidupan sang anak. Mulai dari sikap tertutup, hingga sangat potensial mengidap depresi yang berujung pada bunuh diri misalnya. Nah, apakah menurutmu sopan dan patut mengajukan pertanyaan tak beradab macam "kapan nikah" kepada kawan-kawan korban perceraian orang tua? Apalagi kalau kamu bukan kawan dekatnya. Kegagalan pernikahan orang tua jelas memicu krisis kepercayaan diri, krisis identitas sang anak yang tak jarang membuatnya takut menikah. Seperti cerita korban dalam edisi kali ini. Jangan mentang-mentang kamu pasangan muda, sedang senang-senangnya memadu kasih buah pernikahan, rajin ikut kajian atau kelas pranikah, lantas sok merasa paling benar mengampanyekan seruan "yuk buruan nikah!". Itu sungguh tidak kontekstual dan jauh dari perikemanusiaan. Mari tidak jadi munafik dengan memahami setiap pilihan hidup orang lain, termasuk pilihan untuk takut menikah bahkan tidak menikah. Jangan pakai dalih dan dalil agama dengan serampangan. Apakah menikah itu wajib hukumnya? Iya, buat yang sudah kebelet. Tapi toh ada hukum lain yang menyatakan nikah itu mubah, sunnah, bahkan haram. Setidaknya begitu menurut Islam.
Aug 3, 2020
11 min

Fenomena #DindaReyHalal menimbulkan efek yang dahsyat di media sosial. Tagar #day1dindareyhalal nekat jadi trending topic di twitter beberapa waktu silam. Sungguh, nganu sekali. Meme-meme seputar kisah taaruf dua selebgram itu bertebaran di mana-mana. Tidak hanya dikaitkan dengan perkara asmara, tapi juga politik. Misalnya dengan pertanyaan "tipe pimpinan idamanmu seperti apa?". Hahaha. Ini kok jadi seriyus banget sih. Balik lagi ke soal taaruf. Kali ini Jangan Nyasar menghadirkan kisah seorang gadis manis yang pernah dua kali melakukan taaruf dan gagal. Waduh! Rupanya taaruf di sekitar kita tak semanis dan semudah kisahnya para selebgram yaw. Kenapa kalau selebgram dan publik figur lain itu kok kelihatannya mudah dan indah banget perjalanan taarufnya, sementara kita kagak. Ini sungguh ketimpangan sosial yang nyata! Yuk, simak kisah uwu gadis berusia 27 tahun yang sempat bucin saat menjalani taaruf ini.
Jul 15, 2020
11 min

Topik bahasan soal seks masih sering dianggap tabu. Seks jadi semacam hal senyap yang musti dirahasiakan dari hadapan publik. Setiap orang punya pengalaman dan pengetahuan tentang seks. Minimal yang berkaitan dengan tubuhnya sendiri. Tapi, sangat sedikit yang berani bicara gamblang, berbagi cerita, hingga mendiskusikan topik bahasan ini. Padahal, keengganan membawa seks jadi obrolan terbuka bukan tanpa akibat hlo. Anak-anak yang tak cukup pengetahuannya soal seks mudah terjerembab pada hal-hal celaka macam hamil tanpa sengaja karena berhubungan seks, seks bebas yang tak sehat, dan masih banyak lagi. Beberapa mahasiswi ISI Solo yang berdaya lewat kolektif Larasati menghadirkan buruknya pengetahuan seks di masyarakat sekitar jadi sebuah film. Judulnya, Telur Setengah Matang. Yang menarik dari film ini tak terbatas pada apa yang dinyatakan dalam film. Lebih jauh lagi, justru apa-apa yang melingkupi proses produksi hingga pemutarannya di sekian kota. Seorang bapak penonton yang saat itu jadi kru panggung di sebuah acara putar film ini sempat berbagi kesan usai menyimak film Telur Setengah Matang. Ia ingat anak perempuannya di rumah. Anak perempuan yang selama ini tidak pernah diajak membicarakan hal-hal berkaitan dengan seks. Dari matanya, tampak kegusaran dan kekhawatiran sebagai orang tua karena abai menyajikan pembicaraan seks serenyah rempeyek teri di meja makan keluarga. Yuk, simak cerita lengkap sutradara film Telur Setengah Matang, Reni Apriliana yang keren ini!
Jun 22, 2020
12 min

Penggemar K-pop kadang mendapat justifikasi sembrono okeh orang-orang di sekitarnya. Mereka terstigma alay, heboh, dan kata-kata sejenisnya. Di hidup kita yang sungguh patriarkis, di mana laki-laki dibentuk dengan gambar kekar, bersuara berat dan lantang, gentle, dan seterusnya, tidak mudah jadi fanboy. Tak jarang para lelaki yang gemar K-pop dianggap letoy alias diolok-olok dengan label "kurang cowok, kurang garang". Cowok kok suka K-pop, nggak banget deh! Nah, dengan begitu, hidup sebagai fanboy jelas tidak mudah. Kali ini Jangan Nyasar punya kisah menarik tentang ini. Konon lelaki berusia 23 tahun ini sudah 10 tahun lebih jadi fanboy. Ia menyukai K-pop sejak duduk di bangku SMP. Kesukaannya tak pudar, lantaran ia mendapat lingkungan yang mendukung bertahannya kecintaan itu. K-pop, menurutnya, berhasil menyeimbangkan hidupnya jadi hiruk-pikuk aktivitas harian. Yuk, kita simak kisah lengkapnya!
[ Kpop No Copyright Music] SHAUN - WAY BACK HOME, Stray Kids - MIROH
Licence: Creative Commons Attribution (https://creativecommons.org/licenses/...)
Source: TJ KARAOKE, //www.youtube.com/watch?v=AKzsyp4TZYo
Jun 17, 2020
7 min

Ngomong-ngomong soal nikah, kaum muda setidaknya terbagi jadi tiga fragmen. Pertama, yang pengen nikah muda. Lalu, pengen nikah nanti-nanti, misalnya umur sudah layak tapi jiwanya belum. Dan, yang tidak pengen nikah sama sekali. Kamu pasti akrab dengan ungkapan Socrates ini, "Dengan segala cara, menikahlah. Jika dapat pasangan baik, kamu akan bahagia. Jika dapat pasangan buruk, kamu bisa jadi filsuf." Nah, kalau kamu beruntung, pernikahan membawamu pada bunga-bunga mekar kebahagiaan. Kalau buntung, ya sebaliknya. Episode Jangan Nyasar kali ini menghadirkan anak muda yang sempet nggak pengen nikah tapi ujung-ujungnya nikah juga. Menariknya, ia sempat mengutarakan keinginannya untuk tidak menikah kepada orang tuanya. Bisa diduga, orang tuanya marah-marah gara-gara keinginannya itu. Ia kemudian menikah saat usianya 25 tahun. Usia yang masih terbilang muda. Bahagianya, ia menikah dengan gadis pilihannya sendiri, yang selama empat tahun telah menjadi kekasihnya. Kehidupanya pascamenikah tak kalah menyenangkan. Ia tetap bisa melakukan hal-hal yang disukai. Ditambah ada sang istri yang sering menceriakan hari-harinya. Katanya, menikah berhasil mengentaskan dia dari masalah paling purba umat manusia. Auuuuwwww. Yuk, kita simak cerita seru tentang kehidupan Adi setelah menikah!
Jun 16, 2020
6 min

Jadi anak muda yang banyak maunya itu wajar. Kalau kamu merasa begitu, santai aja, di sampingmu ada buanyak anak muda yang siap bergandengan tangan saling jaga dan menguatkan keinginan-keinginanmu yang mungkin dianggap orang lain tidak pada tempatnya atau bahkan diremehkan. Pindah-pindah tempat kerja misalnya. Itu hal yang sungguh amat sangat wajar. Keputusanmu untuk pindah dari tempat kerja ke tempat kerja lain tentu punya dasar kuat. Kalau dinalar dangkal-dangkalan semua orang pasti ingin menemukan pekerjaan yang nyaman buat dirinya, baik lingkungan kerja yang sehat juga gaji memadahi, serta sesuai passion kita. Kalau bisa pekerjaan pertama langsung memenuhi keinginan-keinginan yang demikian tentu kita akan berpikir ulang untuk meninggalkan pekerjaan tersebut. Kenyataannya tidak sedikit dari kita yang merasa belum menemukan pekerjaan yang cocok bahkan setelah beberapa kali pindah tempat kerja. Dalam edisi kali ini, Ical punya cerita menarik buat kita semua. Menurutnya, manusia bisa menikmati hidup kalau sudah menemukan konsep Ikigai. Kamu bisa cari-cari apa sih yang dimaksud menikmati hidup ala konsep ini. Pokoknya, dalam kehidupan Ical, konsep ini terpatri begitu kuatnya. Sehingga ia terus-menerus menjadikannya acuan untuk mengalami hari-harinya, terutama dalam hal menemukan pekerjaan yang tepat. Yuk, kita simak cerita seru Ical tentang petualangannya menemukan apa yang dia inginkan, yang menurut pengakuannya belum didapat sampai kini. Padahal dia itu pernah bekerja di bank ternama atau malah paling mentereng di Endonesa hlo. Belum lagi, saat ini ia juga menduduki posisi yang tak kalah keren di sebuah perusahaan media di Solo. Tapi kenapa dia belum puas ya?
Jun 15, 2020
9 min
Load more
