Show notes
Ngomong-ngomong soal nikah, kaum muda setidaknya terbagi jadi tiga fragmen. Pertama, yang pengen nikah muda. Lalu, pengen nikah nanti-nanti, misalnya umur sudah layak tapi jiwanya belum. Dan, yang tidak pengen nikah sama sekali. Kamu pasti akrab dengan ungkapan Socrates ini, "Dengan segala cara, menikahlah. Jika dapat pasangan baik, kamu akan bahagia. Jika dapat pasangan buruk, kamu bisa jadi filsuf." Nah, kalau kamu beruntung, pernikahan membawamu pada bunga-bunga mekar kebahagiaan. Kalau buntung, ya sebaliknya. Episode Jangan Nyasar kali ini menghadirkan anak muda yang sempet nggak pengen nikah tapi ujung-ujungnya nikah juga. Menariknya, ia sempat mengutarakan keinginannya untuk tidak menikah kepada orang tuanya. Bisa diduga, orang tuanya marah-marah gara-gara keinginannya itu. Ia kemudian menikah saat usianya 25 tahun. Usia yang masih terbilang muda. Bahagianya, ia menikah dengan gadis pilihannya sendiri, yang selama empat tahun telah menjadi kekasihnya. Kehidupanya pascamenikah tak kalah menyenangkan. Ia tetap bisa melakukan hal-hal yang disukai. Ditambah ada sang istri yang sering menceriakan hari-harinya. Katanya, menikah berhasil mengentaskan dia dari masalah paling purba umat manusia. Auuuuwwww. Yuk, kita simak cerita seru tentang kehidupan Adi setelah menikah!



