Tinta Membaca
Tinta Membaca
Tinta Membaca
Sebuah siniar sebagai ruang membaca dan interpretasi puisi karya penyair anak bangsa.
Epilog Musim 1: Hilang dan Temu
Terima kasih untuk para pendengar setia. Sampai jumpa di musim berikutnya. Salam hangat dari kami berdua.
Nov 5, 2020
21 min
M1E8: Bayangkan Seandainya
karya Sapardi Djoko Damono Bayangkan seandainya yang kaulihat di cermin pagi ini bukan wajahmu tetapi burung yang terbang di langit yang sedikit berawan, yang menabur-naburkan angin di sela bulu-bulunya; bayangkan seandainya yang kaulihat di cermin pagi ini bukan wajahmu tetapi awan yang menyaksikan burung itu menukik ke atas kota kita dan mengibas-ngibaskan asap pabrik dari bulu-bulunya; bayangkan seandainya yang kaulihat di cermin pagi ini bukan wajahmu tetapi pohon rambutan di halaman rumahmu yang menggoda burung itu untuk hinggap di lengannya; bayangkan seandainya yang kaulihat di cermin pagi ini wajahmu sendiri yang itu-itu juga, yang tak kunjung habis meski telah kaukupas dengan ganas selembar demi selembar setiap hari.
Nov 4, 2020
4 min
M1E7 : Jadi
JADI tidak setiap derita jadi luka tidak setiap sepi jadi duri tidak setiap tanda jadi makna tidak setiap makna jadi ragu tidak setiap jawab jadi sebab tidak setiap jangan jadi pegang tidak setiap kabar jadi tahu tidak setiap luka jadi kaca memandang Kau pada wajahku Sutardji Calzoum Bachri
Oct 28, 2020
4 min
M1E6: Bagi Setiap Musim
karya Theoresia Rumthe perempuan diajarkan untuk menjadi bunga di padang senantiasa berwarna bagi setiap musim namun kita lupa mengajarkan perempuan menjadi ilalang dengan kesederhanaannya tumbuh bertahan, menjadi banyak di mana saja tidak peduli apa pun kondisi tanahnya.
Oct 21, 2020
3 min
M1E5: 30 Tahun Kemudian
karya Goenawan Mohamad 30 tahun kemudian mereka bertemu di restoran dekat danau. Hujan dan kenangan berhimpitan, berbareng, seperti lalu lintas yang langgeng. Terkadang badai meracau, langit kian dekat, dan dari tebing dingin berjalin dengan basah pucuk andilau ketika mereka duduk berlima, dengan tuak putih tua, bertukar cerita tentang lelucon angka tahun dan rasa asing pensiun, mengeluhkan anak yang pergi dari tiap bandar dan percakapan-percakapan sebentar. Terkadang mereka seakan-akan dengarkan teriak trompet dari kanal seperti jerit malaikat yang kesal dan mereka tertawa. Sehabis sloki ketiga, waktu pun berubah seperti pergantian prisma: masa lalu adalah huruf yang ditinggalkan musim pada marmar makam Cina. Kerakap memberinya warna. Kematian memberinya kata. Dan pada sloki ke-4 dan ke-5 mereka dengarkan angin susul menyusul, seakan seorang orang tua bersiul dengan suara kisut ke bulan yang berlumut. Pada sloki ke-6 mereka menunggu malam singgah dalam topeng Habsi. Dan tuhan dalam baju besi. 30 tahun kemudian mereka tak akan bertemu lagi di sini.
Oct 14, 2020
3 min
M1E4: Pertanyaan Tentang Rindu
karya Aan Mansyur Untuk menghibur diri, aku sering berjalan sendiri menyusuri malam--dengan kedua tangan selalu di saku celana. Kubayangkan kau bertanya. Apakah kau takut kehilangan atau sedang mencari sesuatu? Kelak datang satu pagi membawa jawaban kepadamu. Ketika mandi, kau tiba-tiba menyadari sungguh sudah lama jari-jariku tidak menyentuh tubuhmu.
Sep 30, 2020
4 min
M1E3: Sebuah Awalan
Pada Musim 1 Episode 3 Tentang Hilang dan Temu, Saya (Martin), akan membacakan Puisi Karya Weslly Johannes. Sebuah Awalan karya Weslly Johannes Bagi diri yang cuma punya iri, hanya tersisa satu huruf mati. Sendirian terdiri dari sendiri dan sebuah akhiran. Berdiri terdiri dari diri dan sebuah awalan. Kehidupan adalah hidup yang diapit awalan dan akhiran. Awalan terdiri dari awal dan sebuah akhiran. Akhiran adalah akhir yang kebagian juga sebuah akhiran. Awal mengandung akhir, akhir melahirkan awal. Semua bermula semua berakhir, dan semua dimulai kembali, sebab berakhir adalah akhir yang memiliki juga sebuah awalan. WJ. Salatiga, 2020.
Sep 23, 2020
3 min
M1E2: Puisi Hilang
karya Weslly Johannes Sesuatu harus kurelakan pergi Tak ada yang mesti kunanti lagi, sebab ada yang tak selalu dua sisi Lepas Terbang Hilang Titik-titik kehilangan temu Jalan-jalan kehilangan kaki Mata-mata kehilangan hati Aku? Andai masih bisa kuraba kekosongan di belakang tanda tanya yang lebih mirip sebelah hati itu Kulepas kau di ribuan embusan napas ini, ikhlas Meski di dadaku bertebaran daun-daun sepi yang harus kusapu setiap pagi atau malam hari Sesak sendat separuh hatiku berlari di antara langkah kaki anak-anak kecil yang tak lagi temukan tanah lapang di kota ini Ladang cium tergusur bandara, dan bibirku menjadi seumpama benih-benih yang kehilangan tanah basah di bibirmu Pendapat kehidupan tentang kehilanganku terpampang di belakang sandaran kursi pesawat yang membawamu terbang: "Kami tidak bertanggung jawab atas kehilangan dan kerusakan barang-barang bawaan Anda." Kuraba dadaku: sesuatu hilang, sesuatu retak, sesuatu harus kurelakan Lepas (dari angan) Terbang (dari tangan) Hilang (dalam bayangan) Separuhku luruh, tetapi hidup masih di sini. Ada yang harus kurawat dan kucintai, supaya kembali utuh.
Sep 16, 2020
7 min
M1E1: Pada Suatu Hari Nanti
karya Sapardi Djoko Damono Pada suatu hari nanti, jasadku tak akan ada lagi, tapi dalam bait-bait sajak ini, kau tak akan kurelakan sendiri. Pada suatu hari nanti, suaraku tak terdengar lagi, tapi di antara larik-larik sajak ini. Kau akan tetap kusiasati, pada suatu hari nanti, impianku pun tak dikenal lagi, namun di sela-sela huruf sajak ini, kau tak akan letih-letihnya kucari. (1991)
Sep 9, 2020
2 min
Prolog Musim 1: Hilang dan Temu
Selamat datang dan salam kenal dari kami.
Sep 8, 2020
15 min