Show notes
karya Goenawan Mohamad
30 tahun kemudian mereka bertemu di restoran dekat danau.
Hujan dan kenangan berhimpitan, berbareng,
Terkadang badai meracau,
pucuk andilau
ketika mereka duduk berlima,
bertukar cerita tentang lelucon angka tahun
dan rasa asing pensiun,
dan percakapan-percakapan sebentar.
Terkadang mereka seakan-akan dengarkan teriak trompet dari
dan mereka tertawa.
Sehabis sloki ketiga,
masa lalu adalah huruf yang ditinggalkan musim pada
marmar makam Cina.
Kerakap memberinya warna. Kematian memberinya kata.
Dan pada sloki ke-4 dan ke-5 mereka dengarkan angin susul
dengan suara kisut
ke bulan yang berlumut.
Pada sloki ke-6 mereka menunggu malam singgah dalam
30 tahun kemudian mereka tak akan bertemu lagi di sini.

