Literashinta
Literashinta
Literashinta AWCPH UI
Mendengar karya sastra untuk meresapi nilai-nilai perdamaian dan kemanusiaan. - Komunitas Literashinta AWCPH UI.
Warung Kopi Online Literashinta. Ep.2. Sepakbola dan Sastra Kita--Bincang-Bincang Bersama Damhuri Muhammad dan Wina Bojonegoro
Sepakbola seperti halnya sastra, keduanya adalah seni. Dalam dunia sepakbola terdapat berbagai drama kehidupan mulai dari pemain, masyarakat pecintaya, asosiasinya, bahka problem bangsa tercermin dalam sepakbola.Bagaimana sastra merefleksikan problem tersebut? Damhuri Muhammad adalah sastrawan sekaligus pecinta dan pengamat sepakbola. Karya-karya telah banyak diterbitkan dalam media bergegsi nasional, dalam antologi cerpen. Selain menulis cerpen Dam juga meulis esai yang sudah dibukukan, dan juga dimuat dalam blok pribadinya.  Wina Bojoegoro, sastrawan  pendiri Padmedia, dan Perlima, yaitu organisasi penulis perempuan. Karya-karyaya juga bayakdiuat di koran nasioal bergengsi, juga memiliki banyak antologi cerpen dan novel.
Jul 4, 2021
1 hr 17 min
Warung Kopi Online Literashinta. Ep. 1. On Memoar Nawal El Saadawi -- Bincang-bincang bersama Qurrota A'yunin, Kajian Gender UI
Nawal El Saadawi, penulis novel "Perempuan di Titik Nol" telah berpulang. Jejak pemikirannya mempengaruhi banyak aktivis-aktivis perempuan dunia termasuk di Indonesia, meskipun karya-karyanya pernah dilarang oleh pemerintah Mesir.   Saatnya telah tiba bagi saya untuk melepaskan butiran yang terakhir dari kebajikan, tetesan terakhir dari kesucian di dalam darah saya. Kini saya telah sadar mengenai kenyataan, mengenai kebenaran. Kini saya telah tau apa yang saya inginkan. Kini tak ada lagi ruangan untuk khayalan. Seorang pelacur yang sukses lebih baik daripada seorang suci yang sesat—- Kini saya sadari bahwa yang paling sedikit diperdayakan dari semua perempuan adalah pelacur. Perkawinan adalah lembaga yang dibangun diatas penderitaan yang paling kejam untuk kaum wanita. (hal. 126) Bintang Tamu: Qurrota A'yunin penerima beasiswa LPDP RI tahun 2017, Program Magister, Kajian Gender, Universitas Indonesia
Jun 14, 2021
1 hr 12 min
Ep.7. Sabana--Penutup-Penghargaan Umbu Landu Paranggi--Dina
Dina merupakan kakak asuh literashinta dan bekerja di Badan Bahasa
Apr 26, 2021
4 min
Ep.6. Lagu Tujuh Patah Kata--Penghargaan untuk Umbu Landu Paranggi--Neneng
Nama saya Neneng, saya dosen di UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta. Saya kakak asuh Literashinta. 
Apr 25, 2021
1 min
Ep.5. Ibunda Tercinta--Penghargaan untuk Umbu Landu Paranggi--Harfiyah Evi
Harfiyah Widiawati atau Evi merupakan seorang peneliti di DPD. Ia juga kakak asuh Literashinta AWCPH UI.
Apr 25, 2021
4 min
Ep.4.Melodia. Penghargaan untuk Umbu Landu Paranggi--Atiqoh
Atiqoh merupakan kakak pengasuh Literashinta dan penggiat Abdurahman Wahid Centre for Peace and Humanities, UnIversitas, INdonesia
Apr 23, 2021
3 min
Ep.3. Seremoni--Penghargaan untuk Umbu Landu Paranggi--Faisal Kamandobat
Faisal seorang penyair, pemerhati budaya, dan penggiat Abdurahman Wahid Centre for Peace and Humanities, Universitas INdonesia Musik Latar: KUmpulan instrumen musik Sumba di https://www.youtube.com/watch?v=AgTldwkoEdA&list=RDAgTldwkoEdA&start_radio=1
Apr 22, 2021
3 min
Ep.2. Sajak Kecil--Penghargaan untuk Umbu Landu Paranggi--Sarah Monica
Sarah Monica merupakan mahasiswa Pasca Sarjana Antropologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Indonesia. Ia juga bergiat sebagai pengasuh Literashinta. Ia bekerja sebagai redaktur di harian Beritabaru.com, sebuah situs berita online.  Musik latar: Humba accountic dalam https://www.youtube.com/watch?v=5iSScNXn-n4&list=RD5iSScNXn-n4&start_radio=1
Apr 21, 2021
2 min
Ep.1 Aide Memoire--Penghargaan untuk Umbu Landu Paranggi oleh Rosida Erowati
Rosida Erowati atau Kak Ocid atau Bu Ros adalah seorang pengajar di Fakultas Tarbiyah, Jurusan Bahasa Indonesia. Ia juga salah satu kakak pengasuh Literashinta. Musik Latar: Jungga in Sumba Timur oleh Atta Ratu di https://www.youtube.com/watch?v=ZXHkQpOhd_0
Apr 20, 2021
3 min
Pembukaan Baca Puisi Tribute to Umbu Landu Paranggi
Komunitas Literashinta kali ini mengadakan kegiatan membacakan puisi-puisi almarhum Umbu Landu Paranggi, Presiden Malioboro, Guru Para Penyair yang wafat pada tanggal 6 April 2021 lalu. Pembacaan puisi ini sebagai upaya mengenang beliau atas karya dan teladan kepenyairan yang sepanjang hidupnya dengan tulus menggali, mengembangkan, dan merawat potensi banyak penyair di Indonesia. Beliau berkarya sepenuh jiwa, hidup tanpa panggung, menjauhkan diri dari segala macam popularitas. Umbu lebih memilih jalan kesunyian, hidup dalam bayang-bayang misteri. Namun, keunikan, keutuhan karakter diri dan kekuatan nilai karyanya kami yakini akan terus bergema sepanjang masa, terutama dalam ingatan murid-muridnya.  Kesemua hal itu mendorong Literashinta untuk membacakan puisi-puisi berikut sebagai ungkapan doa dan cinta kepada mendiang Umbu Landu Paranggi. Latar Musik: HUMBA [Humba Acustic https://www.youtube.com/watch?v=5iSScNXn-n4  Suara angin : https://www.youtube.com/watch?v=f-v9HMK_FfI&t=133s
Apr 20, 2021
4 min
Load more