Literashinta
Literashinta
Literashinta AWCPH UI
Warung Kopi Online Literashinta. Ep. 1. On Memoar Nawal El Saadawi -- Bincang-bincang bersama Qurrota A'yunin, Kajian Gender UI
1 hour 12 minutes Posted Jun 14, 2021 at 3:39 am.
0:00
1:12:23
Download MP3
Show notes

Nawal El Saadawi, penulis novel "Perempuan di Titik Nol" telah berpulang. Jejak pemikirannya mempengaruhi banyak aktivis-aktivis perempuan dunia termasuk di Indonesia, meskipun karya-karyanya pernah dilarang oleh pemerintah Mesir.  

Saatnya telah tiba bagi saya untuk melepaskan butiran yang terakhir dari kebajikan, tetesan terakhir dari kesucian di dalam darah saya. Kini saya telah sadar mengenai kenyataan, mengenai kebenaran. Kini saya telah tau apa yang saya inginkan. Kini tak ada lagi ruangan untuk khayalan. Seorang pelacur yang sukses lebih baik daripada seorang suci yang sesat—- Kini saya sadari bahwa yang paling sedikit diperdayakan dari semua perempuan adalah pelacur. Perkawinan adalah lembaga yang dibangun diatas penderitaan yang paling kejam untuk kaum wanita. (hal. 126)
Bintang Tamu: Qurrota A'yunin penerima beasiswa LPDP RI tahun 2017, Program Magister, Kajian Gender, Universitas Indonesia