Kata Yana
Kata Yana
Setiyana
Tong kosong nyaring bunyinya Dompet kosong nyaring peningnya:(
Terlalu Sial
Sialan ini sungguh sial
Jan 2, 2025
3 min
Bon appétit
Laper? iya.
Nov 28, 2024
4 min
Gratitude
Puisi tentang rasa syukur
Nov 27, 2024
6 min
More Coffee, More Coffee
Di sudut sunyi, secangkir kopi menanti, Aromanya menyusup, lembut menyentuh jiwa, Di sana, ingatan bergetar, Mendekap rindu yang tak pernah sirna. Hujan membasahi bumi, Seperti rintik kenangan yang jatuh bergetar, Di atas permukaan cangkir, Kisah kita berputar, dalam setiap riak. Kopi, hitam seperti malam, Namun di dalamnya, tersembunyi cahaya, Setitik manis, merangkum tawa, Dan pahit yang mengajarkan arti sabar. Tiap seruput adalah langkah, Menelusuri jalan setapak di hati, Kau dan aku, dalam sepi yang berbicara, Tentang mimpi yang kita ukir bersama. Secangkir kopi, sahabat tak berujung, Di saat sunyi, ia mengerti segala rasa, Menyatukan nafas, dalam hening bercahaya, Menguak kisah yang tak akan terlupa. Biarkan waktu melambat, Saat gelas ini terisi, Setiap tetes adalah puisi, Yang terukir dalam napsu hidup ini. Ia mengingatkan kita pada yang hilang, Dalam secarik kertas, dalam naskah kehidupan, Kopi, sederhana namun bermakna, Selalu ada di sini, menyambut kita pulang.
Nov 24, 2024
1 min
One Piece in 5 minutes
Pesan moral yang bisa diambil dari One piece :D
Nov 21, 2024
5 min
Persistensi
Persistensi adalah sifat atau kemampuan untuk tetap bertahan dalam mengupayakan suatu tujuan meskipun menghadapi berbagai rintangan, kesulitan, atau kegagalan. Dalam konteks psikologi, persistensi sering dikaitkan dengan ketekunan, ketahanan, dan komitmen untuk terus berusaha tanpa menyerah. Individu yang memiliki sikap persistensi cenderung tidak mudah putus asa dan mampu menghadapi tantangan dengan optimisme. Dalam berbagai bidang, seperti pendidikan, bisnis, dan olahraga, persistensi menjadi faktor penting yang dapat menentukan keberhasilan seseorang. Misalnya, seorang pelajar yang mengalami kesulitan dalam memahami materi pelajaran namun terus berusaha belajar dan mencari bantuan akan cenderung meraih hasil yang lebih baik dibandingkan mereka yang mudah menyerah. Demikian pula, dalam dunia bisnis, seorang wirausaha yang tetap gigih meskipun mengalami kegagalan finansial akan memiliki peluang lebih besar untuk akhirnya mencapai kesuksesan. Secara keseluruhan, persistensi adalah kualitas yang berharga, yang mencerminkan semangat dan dedikasi seseorang dalam mengejar impian dan tujuan hidupnya. Kemandirian, disiplin, serta kemampuan untuk belajar dari kegagalan juga seringkali berkontribusi pada tingkat persistensi seseorang.
Nov 21, 2024
10 min
Belanja Terus Sampai Mati
Halo para pendengar setia. Terima kasih sudah membuka episode ini. Di episode ini saya mencoba untuk membedah esensi lirik lagu Efek rumah kaca yang berjudul, Belanja terus sampai mati. Untuk informasi lebih lengkapnya tinggal langsung play dan dengerin sampai akhir yaa. Barangkali ada pendapat yang ingin disampaikan bida langsung komentar di episode ini. Terimakasih have a great day.
Nov 21, 2024
4 min
Kelam
Di bawah langit yang tak lagi biru, Aku berjalan, tanpa tujuan, tanpa harapan, Setiap langkah terasa lebih berat, Seperti beban dunia yang tak pernah terlepas Dari pundakku yang mulai rapuh. Malam datang lebih awal, Menutupi segala yang pernah kita kenal, Hanya sisa-sisa cahaya yang pudar, Membayang di ujung horizon yang semakin gelap, Seperti kenangan kita yang perlahan menghilang, Meninggalkan ruang kosong yang semakin lebar. Aku berdiri di tengah sepi, Di jalan yang tak pernah berujung, Angin berbisik dengan suara yang asing, Membawa serpihan kata-kata yang dulu penuh makna, Namun kini, hanya menjadi debu yang terbuang. Kau yang pernah ada, kini hanya tinggal bayang, Hilang dalam deru waktu yang tak pernah berhenti. Aku mencari jejakmu di setiap sudut malam, Namun kau seperti kabut, Tak bisa digenggam, tak bisa ditangkap, Hanya ada dalam rasa yang mengambang, Tak terjelaskan, tak terselesaikan. Setiap detik yang berlalu, seperti suara derap kaki Yang semakin menjauh, semakin meredup, Seolah kita telah berjalan ke dunia yang berbeda, Dimana hanya kesunyian yang menyambut. Dan aku bertanya pada diri sendiri, Apa arti dari semua ini? Mengapa kita pernah ada, jika akhirnya Hanya ada ruang kosong yang mencekam? Apakah kita hanya untuk saling mengisi Dan akhirnya saling meninggalkan? Seperti awan yang datang membawa hujan, Namun akhirnya pergi meninggalkan tanah yang kering. Di setiap langkah, aku merasa lebih jauh, Dari yang pernah kita impikan bersama, Dari segala janji yang dulu kita buat Di bawah langit yang masih tampak penuh harapan, Sekarang hanya menyisakan kehampaan. Mungkin, kita memang ditakdirkan untuk berhenti, Melewati titik yang tak terjangkau, Di mana cinta tak lagi mengenal ruang dan waktu, Dan hanya ada keheningan yang terus memanggil. Aku berdiri di sana, Di persimpangan yang tak pernah kita pilih, Hanya ada angin yang menggoyangkan daun-daun mati, Menghitung hari-hari yang semakin pudar. Di antara kelam, aku berusaha mencari cahaya, Namun cahaya itu hanya sebuah ilusi, Pudar, terkubur dalam lapisan debu, Seperti segala yang telah kita tinggalkan. Di antara kelam ini, aku bertanya pada malam, Apakah ada lagi tempat bagi mereka yang terlupakan? Apakah ada lagi kesempatan untuk kembali, Atau kita memang sudah terhilang, Terjatuh dalam jurang yang tak ada dasar? Dan aku, yang kini hanya sisa-sisa bayang, Mencari jawaban yang tak pernah ada, Hanya suara hampa yang mengisi ruang ini. Malam semakin dalam, semakin sunyi, Dan aku semakin terpuruk dalam penantian yang tiada ujung, Menanti sesuatu yang tak akan pernah datang, Karena kadang, kita memang hanya untuk hilang, Mengabur dalam kelam yang tak bisa digenggam.
Nov 19, 2024
4 min
Sepatu itu
Sepasang sepatu yang dulu setia, Kini teronggok di sudut, sunyi tanpa kata. Kulitnya yang dulu cerah, kini memudar, Seperti kenangan yang perlahan memudar. Dulu mereka menemani langkahku, Melangkah bersama impian yang membara, Menembus jalanan berdebu, terperosok dalam hujan, Namun kini, mereka hanya berdiri diam, Menunggu pemiliknya yang tak pernah kembali. Kain yang dulu kuat menahan beban, Kini rapuh oleh waktu, robek sedikit demi sedikit, Setiap retakan seakan menggambarkan hati, Yang terluka karena lupa dan kesepian. Sepatu itu seperti sahabat yang setia, Yang tak pernah mengeluh meski kaki ini berat, Namun akhirnya terlupakan, Seperti semua yang datang dan pergi dalam hidup. Kini, mereka hanya bayangan di sudut kamar, Menunggu kembali digunakan, Namun siapa yang tahu? Mungkin, mereka tak akan pernah lagi berjalan.
Nov 19, 2024
1 min
Load more