“Komodifikasi Merdeka Belajar”
Belum genap sepekan setelah dilantik jadi menteri, Nadiem berkunjung sekolah elite Cikal di Kawasan Cilandak, Jakarta Selatan. Dari sana ia memboyong gagasan “Merdeka Belajar” dan menjadikannya sebagai dasar kebijakan Kemendikbud. Tidak tahunya “Merdeka Belajar” telah dipatenkan sebagai hak milik perusahaan sekolah swasta.
Apa sih yang dimaui dengan gagasan “Merdeka Belajar”? Benarkah konsep “Merdeka Belajar” diturunkan dan sesuai landasan pemikiran Ki Hadjar Dewantara? Dan setelah hampir setahun berjalan, apakah ada tanda-tanda perubahan arah pendidikan kita?
Lalu, layakkah sebagai merk dagang, “Merdeka Belajar” dikibarkan sebagai dasar kebijakan pendidikan nasional? Apakah “Merdeka Belajar” akan memerdekakan anak dan memerdekakan pendidikan kita, ataukah ini hanya sekadar slogan atau jargon untuk menyembunyikan kebijakan pendidikan instrumentalis, yang tunduk pada kehendak pasar dan industri?
Lantas bagaimana guru dan komunitas pendidikan harus menyikapinya?



