Teras Hijrah
Teras Hijrah
Tri Sulasiana Baiduri
MENGOBATI 'DERITA CINTA'
9 minutes Posted Oct 30, 2020 at 2:51 am.
0:00
9:55
Download MP3
Show notes
Cinta kepada lawan jenis tidak selalu dihiasi ‘bunga-bunga merah jambu’, tidak sedikit yang justru berhias air mata duka. Cinta yang ‘bertepuk sebelah tangan’, cinta yang tumbuh subur kembali padahal sudah terlanjur talak tiga, cinta yang terpisahkan maut, terhalangi keluarga, terbentengi status sosial dan sebagainya, semua itu bisa membuat siapa saja ikut bersedih bahkan tak jarang ikut menitikkan air mata walaupun tidak ikut mengalaminya.
Diantara sahabatpun ada yang tidak lepas dari problem ini. Begitu besarnya cinta Mughits kepara Bariroh hingga setelah berpisahpun Mughits mengikuti kemana saja Barirah pergi dalam rangka mengharapkan belas kasihan Barirah untuk mau kembali. Air matanya mengalir membasahi jenggotnya, hingga Nabi SAW pun turut ‘melobi’ Bariroh agar kembali, namun Bariroh tetap menolak. Nabipun menyampaikan hal ini kepada pamannya:
يَا عَبَّاسُ أَلاَ تَعْجَبُ مِنْ حُبِّ مُغِيثٍ بَرِيرَةَ، وَمِنْ بُغْضِ بَرِيرَةَ مُغِيثًا
“Wahai Abbas, tidakkah engkau heran akan rasa cintanya Mughits kepada Barirah, dan betapa bencinya Barirah kepada Mughits.” (HR. Al Bukhari).
Penyakit dan derita apa saja, Allah telah menyiapkan obatnya. Disamping perasaan, manusia diberikan akal dan logika dan dipandu dengan wahyu untuk menyelesaikan setiap permasalahannya, tak terkecuali masalah cinta. Jika perasaan yang dikedepankan dari wahyu dan akal, maka derita cinta itu tidak akan berakhir, tidak ada yang bisa mengakhirinya, tidak minuman keras, tidak pula narkoba, bahkan kematianpun tidak bisa mengakhiri derita ini. Islam telah memberikan berbagai cara untuk menyelesaikan permasalahan ini, antara lain:
Simak penjelasan selengkapnya di Podcast Teras Hijrah