Secangkir Espreso Braindito
Secangkir Espreso Braindito
Braindito
Aku Braindito, atau Brahmanto Anindito, seorang penulis multimedia dan multiplatform. Di kanal podcast ini, aku ingin berbagi hal-hal praktis seputar kepenulisan multimedia.
Inilah Ketakutan Terbesarku sebagai Penulis
Mengapa makhluk-makhluk berkulit tebal, sebesar dan sekuat dinosaurus bisa punah dari muka bumi ini? Karena mereka tidak mampu mengantisipasi bencana. Tidak tahu bahwa meteor-meteor sedang berjatuhan dan siap menghajar bumi. Nah, jangan sampai kita sebagai penulis juga mengalami hal sama. Suka atau tidak, ada banyak hal yang dapat menjadi “meteor” untuk penulis. Aku sudah menyinggungnya dalam episode podcast-ku terdahulu, Sayangnya, Profesi Penulis Juga Bisa Punah Terimbas Robotisasi. Salah satu dari “meteor” yang tidak pernah kita bayangkan sepuluh tahun lalu barangkali adalah penulis-penulis Artificial Intelligence (AI). Kita kenalnya mungkin hanya ChatGPT dari OpenAI atau Bard dari Google. Padahal, penulis AI itu jauh lebih banyak. Asal tahu saja, perusahaan-perusahaan digital di luar sana saat ini sedang berlomba-lomba membuat AI yang lebih andal. Di mana ujung dari perlombaan itu? Bagaimana eksistensi kita sebagai penulis konvensional? Akankah sebagian besarnya akan diganti robot atau AI yang terampil dan cepat? Sangat memungkinkan. Meskipun, entah itu akan terjadi di tahun berapa. Yang jelas, tantangan sebagai penulis bertambah banyak saja sejak munculnya teknologi revolusioner ini. Jangan sampai kita lengah atau meremehkannya. Semoga video ini dapat memotivasi kita supaya jangan sampai menjadi dinosaurus-dinosaurus berikutnya. Simak selengkapnya di episode podcast Secangkir Espreso Braindito ini!
Apr 19, 2023
7 min
Menceritakan Ulang Dracula, karya Bram Stoker - Cerita Klasik Dunia
Bram Stoker menulis novel kelimanya ini dengan nuansa horor dan gotik. Bertutur tentang sepak terjang Count Dracula meneror warga Inggris, setelah sebelumnya menjadi pemimpin kejam yang ditakuti seantero Romania dan Turki. Ya, tokoh fiktif ini terinspirasi dari Vlad Tepes the Impaler, pangeran Romania yang benar-benar ada (dan benar-benar sadis). Judul: Dracula Genre: Horor, gotik Pengarang: Bram Stoker Penerbit pertama: Archibald Constable & Company, UK Terbit pertama: 26 Mei 1897 Di sini, penulis Irlandia ini menggambarkan Dracula sebagai raja vampir haus darah yang mampu melakukan banyak trik sihir dan kekuatannya setara dengan 20 pria dewasa. Inilah Drakula asli yang banyak menjadi inspirasi bagi novel-novel, komik-komik, film-film, bahkan aksi-aksi panggung (mulai yang serius sampai komedi seperti Srimulat) dan cerita-cerita vampire berikutnya. Novel Bram Stoker’s Dracula terdiri dari dokumen-dokumen yang ditulis oleh tokoh-tokohnya, seperti buku harian Jonathan Harker atau surat-surat Wilhemina Murray (Mina Harker) kepada Lucy Westerna sahabatnya. Dokumen-dokumen ini seolah terpisah karena ditulis oleh orang-orang yang berbeda, tetapi membentuk cerita utuh yang tetap enak untuk diikuti. Tokoh-tokoh lainnya adalah Count Dracula, Van Helsing, Arthur Holmwood, dr. John Seward, Quincey Morris, dan R.M. Renfield. Buat aku, inilah salah satu novel klasik terbaik dunia. Aku sudah membacanya sejak kelas II SMP. Kisah Dracula terus terngiang-ngiang di kepalaku, sehingga mempengaruhi gaya penulisanku waktu itu. Inilah rekomendasi novel klasik dariku, terutama bila kalian menggemari genre horor dan gotik. Bagi yang belum tahu cerita novel Dracula, silakan simak episode podcast ini sampai habis. Aku mencoba menceritakannya ulang dalam waktu sekitar 15 menit. Oh ya, like dan share juga kanal podcast Secangkir Espreso @Braindito ini, ya. Thank you!
Jul 16, 2022
16 min
Apa Itu Nostalgia Marketing
Semua orang pasti pernah bernostalgia. Sebab, semua yang terdeteksi oleh pancaindra kita berpotensi memicu nostalgia. Mulai dari rasa mi di resto yang sudah lama tutup, bau parfum mantan kekasih, pijatan nenek, foto almarhum sahabat, lagu di masa susah. Namun, apa sebenarnya nostalgia itu? Bisakah kita memanfaatkannya untuk memasarkan sebuah produk? Bagaimana cara menerapkan nostalgia marketing? Apa saja contoh-contohnya? Apa kelebihan dan kelemahan strategi ini? Simak selengkapnya di episode podcast Secangkir Espreso Braindito ini!
Jul 21, 2021
6 min
3 Teknik Mencipta Humor ala Novel Efek Jera
Bercanda dalam karya bukan hanya hak eksklusif penulis genre komedi. Penulis karya-karya yang menegangkan, bahkan tulisan nonfiksi, pun berhak menggunakan #ElemenHumor. Bahkan, asal takarannya pas, hukumnya wajib supaya karya tulis tersebut menjadi lebih segar dan menarik. Jangan berpikir bahwa humor harus berhasil membuat pembaca terbahak-bahak. Cukup membuat pembaca tersenyum, dan matanya lebih melek saat membaca karya kita, #humor sudah dapat dibilang berhasil. Tidak pernah ada salahnya menyelipkan humor-humor dalam karya-karya nonkomedi kita. Hanya masalahnya, #MenulisHumor itu ternyata sulit. Tapi aku suka dengan bagaimana penulis #NovelEfekJera ini dalam menyelipkan humor-humornya. Ini adalah karya ketiga dari #Tsugaeda, novelis yang setia di tema kejahatan korporasi. Sudah baca? Judul: #EfekJera Genre: Novel investigasi, misteri, thriller Pengarang: Tsugaeda (IG: @tsugaeda_author) Tebal: 344 + xi halaman ISBN: 978-623-7502-69-2 Penerbit: One Peach Media (IG: @onepeach.media) Cetakan I: Maret 2020 Novel Efek Jera bertutur tentang Dio Prasetyo, pemuda 19 tahun yang diajak mantan mentornya di masa kecil, Mayor TNI (Purnawirawan) Sarjono alias Om Jon membongkar kejahatan korporasi Penida Airways. Om Jon seberani itu karena berekanan juga dengan Makarim Ghanim, seorang konsultan perusahaan yang terkenal memiliki integritas. Selain itu, ada juga angel investor di belakang mereka. Maskapai Penida benar-benar parah manajemennya. Perlakuan ke pilot, pramugari, dan awaknya terkenal buruk. Demikian pula pelayanannya terhadap konsumen. Penerbangannya jarang tepat waktu, sering kecelakaan pula. Bagaimana tidak, pesawat-pesawat yang mestinya perlu perawatan, malah dipaksa terbang. Cuaca sedang jelek-jeleknya, tetap dipaksa take off. Pilot-pilot yang waktunya istirahat, masih disuruh berangkat. Konyolnya, tidak pernah ada sanksi yang menimbulkan efek jera bagi maskapai ini dari otoritas atau Kementerian Perhubungan. Itulah mengapa misi pertama Om Jon, Makarim, Dio, dan Dinta adalah Penida Airways. Target utamanya menjebloskan pemiliknya, Bernard Sitanggang, ke penjara. Bagaimanapun, dengan segenap keruwetan dan keseriusan tema yang dipilih, menurutku, Tsugaeda berhasil menyelipkan humor-humornya yang membuat novel ini terasa ringan dibaca. Ada setidaknya tiga teknik bagaimana Tsugaeda melakukan itu dalam Efek Jera, yaitu: Delayed Answer Technique Volley Game Technique Rule of Three Technique Teknik-teknik ini dapat kita tiru dalam menyelipkan humor di karya-karya nonkomedi kita. Sekali lagi, humor tidak harus membuat pembaca tergelak-gelak. Kecuali kalau karya kita memang bergenre komedi. Yang jelas, kalau kita perhatikan dari novel Efek Jera ini, humor harus memenuhi empat syarat ini: Berikan kejutan Gunakan bahasa yang sederhana Pastikan relevan dengan alur Jangan berlebihan Penjelasan selengkapnya ada dalam episode podcast ini. Jadi, simak sampai habis. Jangan lupa, kalau suka, share sebanyak-banyaknya di medsos, WA, blog, atau di manapun. Subscribe atau follow juga Kanal Secangkir Espreso Braindito. Terima kasih dan salam kreatif!
Nov 3, 2020
9 min
4 Bumbu Penyedap Tokoh Antagonis ala Film Tilik
Setiap karya yang bagus selalu meninggalkan catatan sebagai bahan pelajaran untukku. Begitu juga film pendek Tilik yang sedang viral ini. Di episode ini, aku berbagi catatan itu, khususnya tentang bagaimana cara menciptakan tokoh antagonis. Jadi, bumbu apa yang perlu ditambahkan untuk membangun karakter antagonis yang berkesan? Aku mencatat, setidaknya ada empat bumbu penyedap: (01:52) Gaya yang Khas (03:17) Keuntungan Bawaan (04:03) Sisi Positif (06:14) Misi atau Motif Untuk penjelasan detailnya, silakan simak episode podcast ini sampai habis, ya... Spesifikasi Film Tilik Genre: Film drama Durasi: 32 menit Penulis Skenario: Bagus Sumartono Sutradara: Wahyu Agung Prasetyo Pemain: Siti Fauziah, Brilliana Desy, Angeline Rizky, Dyah Mulani, Lully Syahkisrani, Hardiansyah Yoga Pratama, Tri Sudarsono Produser: Elena Rosmeisara Produksi: Ravacana Films 2018 Didukung: Dinas Kebudayaan DIY
Aug 31, 2020
10 min
Review Hellweek, Novel Karya Yogie Nugraha
Judul: Hellweek Genre: Novel spionase, konspirasi, misteri Pengarang: Yogie Nugraha Tebal: 307 + vi halaman ISBN: 978-623-6516-06-5 Penerbit: One Peach Media Cetakan I: Juni 2020 Mari sejenak urai kepenatan dengan membaca novel. Tidak tahu mau baca apa? Cobalah Hellweek, karya terbaru dari Yogie Nugraha, penulis novel Koin Terakhir dan co-writer novel Pendosa Suci. Novel ketiganya ini masih bertema intelijen, kontraintelijen, dan konspirasi. Dikisahkan, di Nduga, Papua, Indonesia, tujuh anggota gerakan separatis tewas oleh senjata pemusnah massal yang melibatkan gas sarin. Video amatir yang mempertontonkan betapa mengerikannya keadaan tujuh korban saat meregang nyawa bocor di dunia maya. Jadi viral! Ramailah dunia internasional menyorot Indonesia. Apa lagi kalau bukan soal pelanggaran HAM? Namun, tentu saja pemerintah Indonesia membantah. Bukan hanya membantah, Presiden langsung menugasi Menkopolhukamnya meringkus dalangnya. Menkopolhukam Djoko Suyono segera mengumpulkan Menteri Pertahanan (Syarifuddin Sutasoma), Panglima TNI (Bagus Waluyo), Kepala Badan Intelijen Negara (Syamsir Soedibjo), dan Kapolri (Sarwono Adjie). Ditunjuklah Rocky Pattinama, orang BIN yang sekaligus jebolan Komando Pasukan Katak (Kopaska) sebagai eksekutor dari operasi yang berkode End of Day itu. Rocky adalah orang Maluku. Ya, tokoh utama di novel Hellweek ini memang tidak mainstream. Unik. Temanya asyik. Alurnya pun enak diikuti dan seru. Meskipun ada juga hal-hal yang mengganjal di Hellweek. Untuk lebih lengkapnya, tentu saja silakan langsung simak episode podcast Secangkir Espreso Braindito ini sampai habis.
Aug 1, 2020
6 min
5 Langkah Praktis Beli Laptop buat Penulis Gaptek
Laptop, notebook, atau netbook saat ini adalah alat yang paling dasar dari seorang penulis profesional. Dibanding PC atau komputer, laptop jauh lebih ringan, portabel, dan hemat listrik. Sementara layarnya terasa nyaman di mata dan kibornya pas di tangan, tidak seperti komputer tablet (tab) atau ponsel pintar (smartphone). Kamu penulis atau berencana menjadi penulis yang serius? Tapi belum punya laptop? Saranku, pinjamlah. Atau, lebih baik lagi: beli saja! Tapi hati-hati salah memilih laptop! Sebenarnya, beli laptop bukan persoalan mudah juga. Apalagi kalau kita penulis pemula yang gagap teknologi (gaptek). Asal tahu saja, di Indonesia saja terdapat puluhan merek laptop, beserta aneka spek atau spesifikasinya. Mana yang mau dibeli, coba? Puyeng, kan? Tapi jangan khawatir. Di episode podcast kali ini ini, aku bagikan tips membeli laptop baru. Pada dasarnya, simpel, kok. Yang perlu kita perhatikan dalam memilih laptop itu hanya lima langkah sederhana ini: Ketahui peruntukan laptop Tentukan merek laptop incaran Jangan beli laptop bekas Hanya beli laptop resmi Agar praktis, belilah laptop secara daring Untuk penjelasan detail mengenai tips beli laptop baru bagi pemula, simak saja episode ini sampai habis. Semoga bermanfaat. Selamat membeli laptop baru dan berkarya!
Jul 12, 2020
9 min
Tatanan Normal Baru untuk Penulis
Semua berubah sejak wabah virus korona tiba. Apa yang dulu dianggap sehat dan baik-baik saja, sekarang bisa jadi sesuatu yang berbahaya. Sebab faktanya, pandemi ini bukan saja merusak kesehatan kita, tetapi juga keuangan kita. Suka atau tidak, semakin banyak profesi dan industri yang tumbang karena kita sibuk mencegah penyebaran COVID-19 ini. Apakah penulis termasuk? Sudah pasti. Namun, seberapa parah profesi penulis terpukul oleh wabah ini? Dan bagaimana prosedur The New Normal alias Tatanan Normal Baru khusus untuk profesi penulis? Simak podcast ini. Pada akhirnya, semoga kita dan keluarga kita sehat semuanya, bisa selamat dari pandemi korona ini. Sehat tubuhnya, sehat mentalnya, juga sehat dompetnya. Aamiin.
Jun 15, 2020
9 min
Trik Jualan Novel Indie di Tengah Pandemi (Interview Tsugaeda)
Kalau kamu bukan penulis sekelas Andrea Hirata, Tere Liye, Eka Kurniawan, atau Dewi Lestari, lalu coba-coba menerbitkan novel secara indie, realistis sajalah. Jangan terlalu berharap dengan hasil penjualannya. Tapi, usahakan tetap harus untung dari buku itu. Jangan sampai impas dengan modal, apalagi tekor. Nah, di episode kali ini, Tsugaeda alias Ade Agustian akan buka-bukaan dengan trik-triknya dalam menerbitkan novel Efek Jera lewat penerbit indie. Meskipun sedang dilanda wabah korona, dalam seminggu saja, bukan saja modalnya balik, Tsugaeda juga sudah membukukan profit. Sekali lagi, hanya dalam tempo sekitar seminggu! Jadi, jangan risau buat penulis-penulis pemula atau yang merasa popularitasnya masih jauh dari nama penulis-penulis kondang tadi. Sontek saja apa yang dilakukan penulis Rencana Besar dan Sudut Mati ini. Bagaimana tips menerbitkan novel secara indie? Selamat menyimak... Kalau merasa mendapat manfaat, jangan lupa klik favorite/love/like episode podcast ini. Share juga di akun-akun medsosmu, supaya semakin banyak yang bisa memperoleh manfaat. Juga subscribe/follow Kanal Secangkir Espreso Braindito ini. Terima kasih :)
Apr 24, 2020
26 min
[FAKTASTIK #01] Kejahatan Berdarah Kaum Primata
Rupanya, manusia bukan satu-satunya makhluk yang tega membunuh sesamanya demi harta, takhta, dan wanita. Monyet dan kera pun ternyata demikian. Sama seperti manusia, dunia hewan bukan hanya tentang rantai makanan. Di sana, juga ada intrik dan politik. Semakin cerdas hewannya, semakin pelik intriknya. Episode podcast kali ini memang agak berbeda dari biasanya. Dalam serial #Faktastis ini, aku ingin berbagi pengetahuan dan ide yang kupikir menarik. Kalau ada yang mau mengangkat ini jadi cerpen, novel, atau film, silakan saja. Aku akan mengunggah episode faktastis mungkin sebulan sekali. Jadi kalau tertarik, pastikan untuk subscribe atau follow Channel Secangkir Espreso Braindito ini. Share juga sebanyak-banyaknya, ya... ;) Terima kasih, Braindito
Apr 2, 2020
9 min
Load more