Safe(ty) Space
Safe(ty) Space
Ricky Pratama
Sebuah siniar yang fokus pada topik-topik seputar Wellness di tempat kerja, seperti occupational mental health, work-life balance, bincang karir, pengembangan diri, case-study, dan well-being dalam bekerja.
Toxic Positivity, Kala ‘Stay Positive’ Malah Jadi Negatif
Kita sering mendengar istilah “Stay Positive” atau “Good Vibes Only” yang banyak dipakai sebagai hashtag dalam berbagai postingan di social media. Meskipun mungkin orang yang memakai hashtag tersebut berniat untuk menyebarkan pesan dan kesan yang positif, tapi ada satu bahaya yang mengintai jika kita tidak berhati-hati dalam memahami secara menyeluruh makna dari kata-kata stay positive tersebut. Bahaya yang dimaksud adalah Toxic Positivity.
Dec 26, 2022
10 min
Wujudkan Semua Impianmu dengan ‘Law of Attraction’
Apakah kamu pernah mendengar istilah ‘the Law of Attraction’? Law of Attraction (LoA) ini bukanlah law/hukum secara saintifik maupun legal sebagaimana namanya. Sejauh ini belum ada bukti-bukti yang memadai untuk membuktikannya valid secara ilmiah sehingga bisa disebut “law” secara proper. Meski demikian, LoA ini nyatanya sangat popular sekali dan banyak orang yang tertarik untuk mempelajari dan mempraktekannya.  Prinsip-prinsip LoA seperti berpikir positif untuk menarik sesuatu yang positif, lalu dorongan untuk selalu bersyukur, dan bagaimana semua yang ada di alam semesta ini terhubung satu sama lain, itu diakui banyak orang telah membawa dampak positif dalam hidup mereka. Bahkan tidak sedikit yang memberikan testimonialnya bahwa LoA ini membantu mereka mewujudkan impian-impian mereka, termasuk dalam hal pekerjaan.  Memangnya, sejauh mana kita bisa pakai LoA untuk mendorong pengembangan karir maupun bisnis kita? Dan, bagaimana cara mempraktekkan LoA di tempat kerja? Lalu, kenapa banyak orang yang mengkritisi LoA sebagai pseudoscience dan meragukan keabsahannya?
Dec 19, 2022
15 min
Career Talk: Serba-Serbi Proyek Konstruksi
Sektor konstruksi merupakan salah satu sektor paling terpukul saat pandemi COVID-19 menghantam Indonesia dalam tiga tahun terakhir. Padahal, sebelum pandemi tersebut sektor konstruksi mencatatkan pertumbuhan yang sangat signifikan dalam 10 tahun terakhir. Sektor konstruksi memang salah satu sektor yang diperhitungkan dalam ekonomi nasional. Data BPS mencatat bahwa konstruksi menyumbang sekitar 10.48% dari Produk Domestik Bruto Indonesia pada Q4-2021. Meski demikian, dari kacamata penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3), sektor ini merupakan salah satu industri yang paling berisiko tinggi. Dilansir dari data yang dihimpun oleh Komite K3L Persatuan Insinyur Indonesia (PII) yang menempatkan konstruksi di peringkat pertama penyumbang kecelakaan kerja di Indonesia sebesar 32%. Sektor konstruksi juga menempati peringkat teratas dari sektor penyumbang kecelakaan kerja tertinggi di AS, Jepang, dan China. Kalau dilihat dari kontribusinya yang luar biasa pada perekonomian suatu negara, tentunya sangat disayangkan kalau secara statistik pekerjanya justru berisiko tinggi terkena insiden. Kira-kira, kenapa bisa seperti ini?
Dec 13, 2022
27 min
Adversity Quotient (AQ): Mengukur Daya Ketahanmalangan Manusia
Ada berapa jenis kecerdasan pada manusia yang kamu tahu? Mungkin kita semua ya sama yang namanya IQ alias Intelligence Quotient. Sebagian dari kita juga mungkin pernah mendengar kecerdasan satu lagi yang bernama EQ alias Emotional Quotient alias kecerdasan emosional. Di Indonesia juga mulai populer jenis kecerdasan berikutnya, yakni Spiritual Quotient (SQ). Tapi tahukah kamu bahwa ada satu lagi jenis kecerdasan yang kalau bisa dibilang ini underrated sekali. Jarang yang bahas, jarang yang tahu, penelitiannya juga masih belum begitu banyak. Namun, tipe kecerdasan ini justru sangat penting dalam berjalannya fungsi manusia di abad ke-21 yang serba tak menentu ini. Kecerdasan yang dimaksud adalah Adversity Quotient (AQ).
Dec 5, 2022
17 min
Belajar Lebih Kuat Mental dengan Filososfi Stoa (Stoicism)
Akhir-akhir ini ada banyak konten yang memperbandingkan karakteristik generasi Z dengan generasi terdahulunya. Banyak yang kritik Gen Z (b. 1997 – 2012) ini dengan beberapa stereotype yang negative seperti bermental lemah, manja, maunya serba instan, dan kena masalah sedikit langsung pergi healing kesana kesini. Namun, tahukah Anda bahwa masalah yang dilabelkan kepada Gen Z ini ternyata sudah jadi concern para filsuf sejak lebih dari 2300 tahun yang lalu. Tepatnya di era Yunani Kuno, dimana sudah muncul pemikiran-pemikiran untuk mengurai akar masalah dan solusi dalam mengatasi berbagai emosi negative yang ada pada diri manusia. Era pada saat itu banyak melahirkan para filsuf yang memperkenalkan kita pada filsafat-filsafat yang berguna bagi umat manusia ke depannya sebagai way of life yang sebagian masih sangat relevan untuk kita terapkan sampai sekarang. Salah satunya adalah filosofi stoa (stoicism) alias filosofi teras.
Nov 28, 2022
14 min
‘2023 Gelap’, Asah Daya Resiliensi-mu dari Sekarang (Stay Resilient in a Crisis)
Beberapa waktu lalu lini masa tengah ramai oleh kata-kata ‘2023 Gelap’ yang dibahas oleh para influencer, khususnya financial influencer. Topik ini menjadi pro-kontra di kalangan netizen dan sebagian netizen yang kontra bahkan sampai ‘menyerang’ para influencer tersebut. Orang-orang yang kontra bilang ‘2023 Gelap’ itu tak lebih dari sebuah ‘fear-mongering’ alias kampanye menjual ketakutan. Bahwa ‘2023 Gelap’ itu terlalu dilebih-lebihkan mengingat fondasi perekonomian Indonesia itu sebenarnya cukup kuat dibandingkan negara lain yang saat inipun sudah mulai terkena imbas krisis global pasca-pandemic COVID-19 dan perang Russia-Ukraina. Sedangkan netizen yang pro lebih menyoroti bahwa tidak ada salahnya kita bersiap diri dan waspada akan dinamika ekonomi ke depannya. Toh, tak rugi juga kalau ternyata ‘2023 Gelap’ itu tidak seseram yang diprediksi. Biar bagaimanapun fail to plan is similar to plan the failure. Nah, kalau menurutmu sendiri bagaimana? Apakah ‘2023 Gelap’ itu terlalu berlebihan dan menjurus pada ‘fear-mongering’? Apakah ada hal yang bisa kita siapkan untuk menghadapi kondisi krisis seperti ‘2023 Gelap’ itu?
Nov 14, 2022
10 min
Career Talk: Gaji ‘Nendang’ Kerja di Tambang
Sektor pertambangan merupakan salah satu sektor yang menjadi incaran banyak orang untuk berkarir. Gaji yang (konon) tinggi, kesempatan pengembangan karir yang jelas, daya serap tenaga kerja yang besar, hingga potensi mineral-batu bara Indonesia yang melimpah menjadikan sektor ini sangat seksi di mata sebagian besar orang. Tapi sebenarnya bagaimana keadaan di dalam area pertambangan itu sendiri? Apakah betul gajinya tinggi-tinggi? Lalu, bagaimana keseharian pekerja di tambang? Apakah gajinya worth dengan risiko yang sehari-harinya mereka hadapi? Featuring Ferdhy M Kautsar, seorang Praktisi HSE yang sudah 10 tahun lebih malang melintang di dunia tambang, pada episode kali ini kita akan mendengar lebih dekat seputar isu-isu keselamatan dan kesehatan kerja yang ada di industri pertambangan. Selamat mendengarkan!
Nov 7, 2022
26 min
Tempat Kerja Hanya untuk Para Ekstrovert? Introverts, Gunakan Tips Ini
Deb Liu, CEO dari Ancestry.com – sebuah perusahaan genealogi terkemuka yang berbasis di Amerika Serikat pernah berkata, “The workplace is built for extroverts. Your success is often tied to your ability to share, speak up, connect and lead others.” Yang artinya kurang lebih: "Tempat kerja itu dibangun untuk para ekstrovert. Kesuksesan seseorang di tempat kerja seringkali dihubungkan dengan kemampuan untuk berbagi gagasan, berbicara dengan lantang / terus terang, membangun koneksi, dan memimpin karyawan lainnya." Lalu bagaimana dengan pekerja yang introvert? Apakah akan menjadi medioker dan di posisi yang itu-itu saja, sementara rekannya yang Ekstrovert sukses menjadi manager, director, dan CEO? Apakah pernyataan Liu tersebut mencerminkan realitas yang terjadi?
Oct 31, 2022
10 min
Small Fish in a Big Pond vs Big Fish in a Small Pond
Episode kali ini membahas kelanjutan dari pembahasan tentang Growth Mindset pada episode sebelumnya. Topik ini sendiri sudah belasan tahun beredar dalam diskusi soal pengembangan diri. Jadi, kita dihadapkan oleh dua skenario: menjadi seekor ikan kecil di kolam yang besar atau menjadi seekor ikan besar di kolam yang kecil? Mana di antara kedua pilihan ini yang lebih baik? Atau keduanya sebenarnya sama-sama bagus?
Oct 24, 2022
25 min
Hindari Self-diagnosis, Ayo Lakukan Tes Kesehatan Mental Ini
Pernah terpikirkan hal ini? Seiring dengan makin tingginya awareness orang-orang sama kesehatan mental dalam beberapa tahun terakhir, ada trend untuk melakukan romantisasi dari gangguan kesehatan mental itu sendiri. Seperti merasa keren kalau terkena bipolar/depresi/anxiety. Ada juga banyak orang, khususnya anak-anak muda melakukan ‘self-diagnosing’, baik itu mereka sadari atau tidak. Dan parahnya banyak yang "berlindung" di balik kesehatan mental saat mereka dituntut untuk bertanggung jawab atas ulah yang mereka lakukan. Padahal, seharusnya diagnosa gangguan kesehatan kejiwaan itu dilakukan oleh para professional di bidangnya. Dan penegakan diagnosanya itu juga tentunya tidak sembarangan. Adanya romantisasi dan self-diagnosis yang terjadi malah membuat awareness kesehatan mental yang digaungkan jadi sia-sia karena validasinya dianggap lemah.  Tapi kalau dipikir-pikir, apakah sebenarnya kita bisa tahu lebih awal kalau kita itu lagi terkena gangguan kesehatan mental? Jawabannya, ternyata bisa! Link Tes Kesehatan Mental: 1. Survei Diagnosis Stres Kerja (Permenaker no.5/2018)    https://bit.ly/3rWmC86 2. Depression and Anxiety Self-Assessment Quiz by NHS     https://bit.ly/3gfkshn 3. Mental Health Test by MHA     https://bit.ly/3s0oJI8
Oct 17, 2022
12 min
Load more