
Kian lama perasaaanku mendalam, memberi percikan-percikan rindu yang sudah tak tertahankan. Untuk kamu, yang hadirnya adalah tawa, kita memang tak pernah saling bertukar sapa, memberi kata manis di hangatnya mentari pagi. Namun, aku ada, merindu.
Nov 11, 2021
58 sec

Hari memperingati kamu. Bagaimana aku dengan gilanya menangisi kepergianmu. Dan, kini pun masih terjebak pada memoar luka yang kamu buat.
Hei. Aku masih mengingat tiap kepingan memori dengan amat nyata.
Sedang kamu? Bahagia dengan cerita baru lainnya.
Oct 31, 2021
44 sec
