Radio Elshinta
Radio Elshinta
Radio Elshinta
Pemprov DKI Jakarta Menegaskan Telah Melakukan Pencegahan Pencemaran Mikroplastik Dengan Melarang Pembakaran Sampah Serta Mengintensifkan Uji Emisi Kendaraan Dan Industri.
2 minutes Posted Oct 24, 2025 at 9:33 am.
0:00
2:18
Download MP3
Show notes

JAKARTA - Kepala Dinas Lingkungan Hidup atau DLH DKI Jakarta Asep Kuswanto menegaskan Pemprov DKI terus memperkuat penanganan pencemaran mikroplastik melalui riset dan aksi nyata di lapangan. Temuan BRIN tentang kandungan mikroplastik dalam air hujan menjadi perhatian serius sekaligus mendorong kolaborasi lebih erat antara pemerintah dan lembaga riset.

Asep mengatakan upaya pengendalian dilakukan dari hulu ke hilir mulai dari uji emisi kendaraan untuk mengurangi polusi, pengelolaan sampah plastik, pemantauan kualitas air dan udara, hingga kampanye edukasi kepada masyarakat.


"Publik juga dihimbau lebih bijak dalam menemilah sampah dan mengurangi penggunaan plastik sekalipakai yang berpotensi mencemari lingkungan."

"Kampanye edukasi publik tentang bahayanya tidak hanya mikroplastik tetapi semua unsur pollutan yang ada yang di atmosfer kita. Kemudian juga teman-teman media mungkin sudah tahu bagaimana Pemprov DKI juga berupaya untuk terus mengedukasi masyarakat dalam penanganan sampahnya mulai dari hulu tengah dan hilirnya."

"Tadi disampaikan bahwa salah satu sumber pencemar dari mikroplastik adalah dari sampah yang tidak terkelola dengan baik, utamanya sampah plastik. Dan kami juga di Dinas LH saat ini juga terus mengupayakan bagaimana pengendalian pengemaran udara."

"Ya mungkin teman-teman juga sudah banyak mengetahui upaya-upaya kami antara lain adalah melakukan uji emisi kendaraan bermotor. Jadi sumber bergerak berupa emisi kendaraan bermotor dan sumber tak bergeraknya dari industri pabrik emisinya juga terus kami lakukan upaya-upaya pengurangannya."


Sebagai tambahan Kadis DLH DKI JakartaAsep Guswanto juga memperkuat pengawasan terhadap emisi kendaraan dan industri sebagai sumber pencemaran udara. Asep menegaskan penanganan isu mikroplastik dan polutan lain harus dilakukan secara kolektif melalui kerjasama antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat demi terciptanya lingkungan Jakarta yang lebih bersih dan berkelanjutan.


Demikian laporan dari Balai Kota DKI Jakarta, Reynaldi Adi Surya melaporkan.