
[ Hakikat Menjadi Seorang Ibu ] 🍃
Hatinya seluas samudera.
Sabarnya tak terbendung oleh apapun.
Dan kasihnya yang tulus, turut menyertai perangainya yang lembut.
Ibu,,
Ialah insan yang berperan di balik dinding rumah.
Ia tanam pelbagai jenis benih kehidupan untuk putra putrinya tercinta.
Benih kasih sayang, perhatian, pendidikan, akhlak yang mulia, serta keyakinan akan Rabbnya yang Satu.
Ia harus merawat benih-benih itu, hingga tumbuh dan memberi warna indahnya, serta menebar bau harumnya.
Kau tau? 'Belajar' adalah kata kunci yang harus ia pegang erat.
Ia harus mampu berjuang, agar benih-benih yang ditanamnya dapat tumbuh subur, hingga dapat disemai dengan sebaik-baiknya hasil.
Ibu diciptakan mulia.
Diciptakannya Syurga di telapak kakinya.
Ia, adalah Madrasatul Ula.
Maka seorang ibu tidaklah boleh berhenti belajar, karena tantangan mendidik anak di masa depan akan jaauh lebih berat.
Sep 2, 2020
1 min

Fathan Mubina..
Jayakarta..
Adalah kota utama, tempat percikan gelora merayap hingga atap. Menembus batas dinding pesimisme, dan menjalar memenuhi titik nadi dan jiwa. Ialah kota pengakuan.
Banyaknya tumpah darah, tak menggoyahkan hati yang penuh iman.
Teringat rumusan berirama di atas kertas sederhana. Bertinta mesin ketik antik, yang kini termuseumkan.
Meski akhirnya satu untaian kalimat yang tunduk atas syariat tergantikan,
Namun keyakinan terus muncul dan terpatri dalam dalam. Bahwa semua itu adalah satu bagian skenario, dari banyaknya skenario yang telah Allah persiapkan.
Kini merah putih telah berkibar.
Memutus kait benang pada helai kain putih dan biru.
Simbol budaya pun akhirnya memuat arti.
Sekapur sirih mencerminkan warna merah.
Seulas pinang mencerminkan warna putih.
Bersama dipelopori oleh para ulama',
Merah putih juga terangkai dalam untaian makna indah. Berani dan penuh kesucian.
Namun kini,, saatnya kita berpikir dan bertindak.
Sampai saat ini, kemerdekaan masih mencari pondasi yang tepat.
Pondasi rakit yang kuat, untuk tanah lunak berdaya tahan rendah.
Ataukah cukup pondasi dangkal, untuk kondisi permukaan tanah yang sudah kuat menampung beban bangunan?
Kita sama-sama tau bagaimana kondisi sebenar-benarnya atas hakikat kemerdekaan saat ini.
Hai pemuda, jikalau saat ini kau masih sibuk dengan khayalan.
Tak malukah dengan Karsani dalam film Jenderal Sudirman???
Aug 18, 2020
2 min

Dalam keluarga, hubungan satu dengan lainnya adalah saling menopang. Melengkapi sisi kekurangan, menguatkan sisi kelemahan. Saling mengerti dan berusaha menyatukan visi, hingga sampai pada satu frekuensi yang sama. Kisah ini adalah wujud ketawakallan seorang ayah dan keluarganya kepada Rabb-Nya. Keberangkatan Sang Ayah ke Baitullah menjadi pembuka kisah manis penuh hikmah, dibalik cerita sendu pengorbanan mereka ketika hanya berhasil mengumpulkan sedikit pundi sebagai bekal perjalanan haji dan hidup, yang mana masihh jauuh dari kata 'cukup'. Daripada penasaran,
Aug 17, 2020
10 min

'Akar Kemerdekaan'
Penjajah hengkang dari bumi Pertiwi.
Senjata bubuk mesiu telah mereka bawa pergi.
Jejak kaki mereka dengan lamban menghilang,
Berlayar bersama kapal dan mulai beranjak terbawa angin.
Darat mulai berkobar, Saat itu seorang pemuda mengatakan bahwa kemerdekaan telah berhasil diraih.
Jauh dari hari kemerdekaan itu,
Sebelumnya,,
Banyak jiwa terantai nafsu, semangatnya berkobar memberi pertanda perjuangan tanpa batas.
Seorang pemuda gerilyawan turut aksi dalam perjuangan. Ia, diantara banyak sekaaali pejuang di masa itu, telah menyimpan ujung akar kemerdekaan dalam perjuangan.
Ia meyakini, bahwa perjuangan kemerdekaan bangsa berurat dan berakar pada perjuangan Islam.
Ingatkah dengan perang Sabil rakyat Aceh?
Bagaimana dengan keberanian mereka?
Hingga Belanda mulai getirrr, dan uang mereka terkuras menipis.
Perjuangan luar biasa menampakkan cermin dua kaca. Satu sisi memantulkan perjuangan atas nama keadilan horizontal. Dan satu sisi memantulkan perjuangan vertikal, atas nama Islam.
Kau tau? Hal yang sama juga tercermin di wajah Diponegoro.
Lalu, sudah adakah sepotong bagian yang kau ambil saat ini?
Tuhan telah menciptakan bumi dan lautan, dan telah membagikan bumi diantara manusia, begitupun dia memberi lautan sebagai milik bersama. Tidak pernah kami mendengar bahwa pelayaran di lautan dilarang bagi seseorang. Jika engkau melakukan larangan itu, berarti engkau seolah olah mengambil roti dari mulut orang lain.
(Sewang, Ahmad M. 2005. Islamisasi kerjasama Gowa abad XVI sampai abad XVII Jakarta. Yayasan obor Indonesia)
Aug 16, 2020
2 min

Sebuah Nasihat untuk kita semua dalam menjalani Ujian yang ada.. semoga ceramah singkat ini meningkatkan kualitas hidup kita untuk menghadapi ujian-ujian yang ada
Jul 29, 2020
1 min

Setiap kita yang telah lahir Di Dunia ini tentu akan diberikan ujian oleh Allah SWT.. maka seberapa besar berkelas nya kehidupan kita.. Jika semakin tinggi kelas kita, maka semakin tinggi juga level ujian kita
Jul 23, 2020
7 min

Adalah sebuah kisah, menceritakan seseorang yang sangat besar ujiannya, namun d sisi lain, ia sangat besar rasa Cinta kepada Rabbnya.. yuk simak selengkapnya
Jul 19, 2020
57 sec

Apakah kita tau, berapa jatah rezeki yang kita peroleh di setiap harinya?
Hmm... jawabannya adalah tidak.
Mengapa? Karena rezeki itu misterius dan tak terduga.
Namun yang pasti, rezeki setiap manusia telah Allah siapkan dengan ukuran terbaik.
.
Selanjutnyaa, apakah rezeki hanya berwujud harta? Dan cara apa yang bisa kita usahakan agar rezeki yang didapat berkah, bersih, dan mendapat jaminan berlipat ganda?
Jul 17, 2020
1 min

Bahagia itu sederhana, namun tidak bagi mereka yang benar-benar menghayati dalam arti kehidupan, maka.. ada orang-orang yang menganggap bahagia itu lebih dari kesederhanaan... yuk kita simak, Nasehat super oleh Ustadz Cahyadi Takariawan
Jul 14, 2020
8 min

Darimana Asal Rezeki ? Sudah sampai mana rasa syukur kita pada setiap Butir Nasi yang selalu terhidang diatas piring kita..?
Jul 11, 2020
1 min
Load more
