New Naratif's Flash Fiction
New Naratif's Flash Fiction
New Naratif
New Naratif's Flash Fiction podcast brings you five- to seven-minute stories submitted by the audience. Want to submit your own? Go to newnaratif.com/fiction for more information on our open calls.
"[Re:] #302: Happy Birthday! (6)" by Pychita Julinanda
In post-revolution and post-climate crisis Southeast Asia, Samudra routinely makes voice recordings for their father on their birthday. Now, Samudra talks about their longing for their father, giving him updates on their beloved home at Number Three Kolepang Street. Editor’s Note When envisioning the theme “Reimagine Southeast Asia”, we deliberately did not set boundaries on what this reimagination could be. We were pleasantly surprised by Julie’s work due to its blend of vast sci-fi world-building and the warmth of daily life. What would a post-revolution, post-climate crisis Southeast Asia look like, where artificial intelligence and food sovereignty outside of capitalism become our daily reality? Read the article on https://newnaratif.com/302-happy-birthday/ Credits Produced by Dania Joedo, narrated by Gusti Arirang. translated by Gisela Swaragita
Dec 16, 2022
7 min
"[Re:] #302: Selamat Ulang Tahun! (6)" oleh Pychita Julinanda
Di Asia Tenggara pasca revolusi dan krisis iklim, Samudra secara rutin membuat rekaman suara untuk ayahnya setiap dia berulang tahun. Kali ini, Samudra bercerita tentang kerinduan dengan ayahnya serta mengisahkan tentang kondisi Jalan Kolepang Nomer Tiga. Catatan Editor Dalam tema “Mengimajinasikan Kembali Asia Tenggara”, kami sengaja tak ingin membatasi visi penulis. Karya Julie cukup mengejutkan kami dengan paduan fiksi ilmiah dunia besarnya dengan kehangatan kehidupan sehari-hari. Akan seperti apa Asia Tenggara pasca revolusi dan krisis iklim, saat keseharian kita ditemani kecerdasan buatan dan swasembada pangan di luar sistem kapitalisme? Baca artikelnya di https://newnaratif.com/id/302-selamat-ulang-tahun/ Kredit Diproduseri oleh Dania Joedo. dinarasikan oleh Jihan Fauziah Hamdi & Dania Joedo
Dec 16, 2022
6 min
"Orange" by Ida Bondoc Palo
Under a big orange tree, two little girls talk about oranges and how the indigenous people will get their land back. Do you want an orange from their three? I mean, tree? Editor’s Note The imagination that one day the indigenous people will really get their land back is so simple yet so radical. Told through a conversation between two children, Ida’s story manages to highlight the striking innocence of this idea. Read the article on https://newnaratif.com/orange/ Credits Produced by Dania Joedo, narrated by Gusti Arirang & Dania Joedo
Dec 13, 2022
5 min
"Jeruk" oleh Ida Bondoc Palo
Di bawah pohon jeruk raksasa, dua gadis kecil bercakap-cakap tentang buah jeruk dan bagaimana masyarakat adat mendapatkan tanah mereka kembali. Mau sebuah jeruk dipetik langsung dari pohon? Atau tiga buah? Catatan Editor Angan-angan bahwa suatu hari nanti masyarakat adat akan mendapatkan lahan mereka kembali merupakan angan-angan yang sederhana, namun amat radikal. Dituturkan lewat percakapan dua orang anak, kisah Ida berhasil menggarisbawahi kepolosan gagasan ini. Baca artikelnya di https://newnaratif.com/id/jeruk/ Kredit Diproduseri oleh Dania Joedo, dinarasikan oleh Gusti Arirang & Dania Joedo, diterjemahkan oleh Gisela Swaragita
Dec 13, 2022
5 min
"KTP" oleh Annisa Dinda Mawarni
Tak lagi mengenakan hijab, Dina hendak mengganti fotonya di KTP. Tetapi berbagai kekhawatiran muncul di kepalanya saat ia harus berhadapan dengan aparatur sipil negara yang telah lama memiliki kesan dingin dan penuh penghakiman. Catatan Editor Kisah Annisa berhasil menyentuh kami dalam kesederhanaannya yang indah. Terkadang, hal yang kita inginkan tak lebih dari sekadar aparat negara yang tidak ikut campur pada pilihan-pilihan agama kita—misalnya pilihan untuk melepas hijab—dengan pertanyaan-pertanyaan pribadi yang mengusik. Andai saja berdamai dengan negara bisa semudah ini. Baca artikelnya di https://newnaratif.com/id/ktp/ Kredit Diproduseri oleh Dania Joedo, dinarasikan oleh Gusti Arirang & Dania Joedo
Dec 9, 2022
6 min
"ID Card" by Annisa Dinda Mawarni
No longer wearing a hijab, Dina wants to change her picture on her ID card. Worries occupy her head when she has to face the state apparatuses, who have long been thought to be cold and judgemental. Editor’s Note Annisa’s story is touching in its beautiful simplicity. Sometimes, all we want is no more than state apparatuses who are not nosy to our private concerns, especially in our religious decisions—such as whether or not we would like to wear a hijab. If only making peace with the state in regards to our life’s decisions could be this easy. Read the article on https://newnaratif.com/id-card/ Credits Produced by Dania Joedo, narrated by Gusti Arirang & Dania Joedo, translated by Gisela Swaragita
Dec 9, 2022
6 min
"Menerjemahkan Masa Depan Melalui Keintiman Queer" oleh Himas Nur
Di tengah pencarian masa depan yang terasa jauh dan asing, tokoh “aku” dalam karya Himas Nur tersadar bahwa masa depannya telah hidup dan menghangatkannya selama ini—masa depan dari pelukan kawan-kawannya. Catatan Editor Karya Himas Nur menggarisbawahi sesuatu yang sudah amat dekat dan nyata, walau jarang terlihat oleh kebanyakan orang: betapa solidaritas dan keintiman queer dapat menciptakan daya jelajah yang kuat dan membebaskan. Terkadang, hanya itu yang kita butuhkan untuk menciptakan rumah yang hangat di Asia Tenggara. Baca artikelnya di https://newnaratif.com/id/keintiman-queer/ Kredit Diproduseri oleh Dania Joedo, dinarasikan oleh Gusti Arirang & Dania Joedo
Dec 6, 2022
7 min
"Writing The Future Through Queer Intimacy" by Himas Nur
Amid the search for a faraway and foreign future, the character “I” in Himas Nur’s story realizes that they have been living and breathing the warmth of their future thus far—the future through the embrace of their friends. Editor’s Note Himas Nur’s work underlines something so close, so pertinent, but remains obscure from so many: how queer solidarity and intimacy can become a strong, liberating exploratory force. Sometimes, that’s all we need to create a warm, welcoming home in Southeast Asia. Read the article on https://newnaratif.com/queer-intimacy/ Credits Produced by Dania Joedo, narrated by Gusti Arirang & Dania Joedo, translated by Gisela Swaragita
Dec 6, 2022
7 min
"apakah utopia hanya angan-angan?" oleh Adania Saraswati
Menampi beras sambil senantiasa mempertanyakan kebebasan dari opresi, senyuman kawan-kawanmu membuatmu tersadar bahwa perjuanganmu tetap berharga. Catatan Editor Kisah Adania, yang sengaja diketik huruf kecil sepenuhnya, amat puitis dalam ambiguitasnya. Judulnya menawarkan sebuah pertanyaan yang kita semua miliki dan mungkin takkan pernah kita jawab dengan pasti. Namun, kita tetap bergerak maju… Baca artikelnya di https://newnaratif.com/id/apakah-utopia-hanya-angan-angan/ Kredit Diproduseri oleh Dania Joedo, dinarasikan oleh Jihan Fauziah Hamdi, diterjemahkan oleh Gisela Swaragita
Dec 2, 2022
5 min
"is utopia a mere pipe dream?" by Adania Saraswati
As you sift rice with a mind in constant questioning about your liberation from oppression, the smile of your peers make you realise that your fight is worth it nonetheless. Editor’s Note Adania’s story—deliberately typed in all lowercase letters—is beautiful in its poetic quality and deliberate ambiguity. Its title speaks to its interrogative nature, a question that we all have and perhaps will never be able to answer. Nonetheless, we march forward… Read the article on https://newnaratif.com/is-utopia-a-mere-pipe-dream/ Credits Produced by Dania Joedo, narrated by Gusti Arirang
Dec 2, 2022
5 min
Load more