Mitra Siar Pratama
Mitra Siar Pratama
Mitra Siar Pratama
Menghadirkan cerita-cerita fiksi dalam wujud naratif, monolog, dialog, dan drama.
Cerita 09: Clara
Sebuah cerpen monumental yang membuka tabir gelap sebuah masa. Sudahkan perempuan-perempuan yang bernasib serupa Clara mendapatkan keadilan untuk derita yang mereka panggul seumur hidup? Cerpen dari Seno Gumira Ajidarma. Dibacakan oleh Ahmad Bari dan Rizka. Musik oleh Iboi.
May 17, 2020
21 min
Cerita 08: Spasi
diambil dari Spasi (dalam Filosofi Kopi) karangan Dewi Lestari. Narasi: Gayatri Mega. Musik latar: Yudhistira.
Apr 25, 2020
7 min
Memoar Sandra: Ayah
Fragmen ketiga dari Memoar Sandra, sekaligus penutup Babak Satu. Ayah adalah sosok yang tak pernah ditemuinya. Tapi mengapa sosok itu makin lama makin muncul di dalam kenangan Sandra? Sebuah nama: Leonidas.
Mar 15, 2020
8 min
Memoar Sandra: Ibu
Fragmen kedua dari Memoar Sandra. Hujan membawanya kembali pada sosok Ibu dan sebuah tarian. Tarian yang membuka cerita baru tentang masa lalunya.
Mar 8, 2020
8 min
Memoar Sandra: Bulan
Fragmen pertama dari Memoar Sandra. Bulan adalah tempat segala angan bermula. Masa lalu tersingkap. Masa depan terlelap. Sandra menggali lagi semua bagian yang pernah ada dalam dirinya.
Feb 27, 2020
9 min
Cerita 07: Di Lantai Terakhir
Baginya, sesuatu yang diharapkan seperti kereta yang akan mengantarkannya vakansi atau bis yang akan mengantarkannya ke rumah kerabatnya selalu datang terlambat. Mereka tidak pernah tepat waktu. Meski begitu, dia tahu untuk tidak pernah terburu-buru. Baginya pergi vakansi atau mengunjungi kerabat lama tidak terlalu penting. Cerpen: Ditya N. Subagja. Pengisi Suara: M. Wildan
Jan 17, 2020
7 min
Cerita 06: Baruna
Nasib buruk seringkali mempertemukan seseorang dengan seseorang lainnya. Mungkin saja itu yang tengah dialami Baruna. Sebuah cerita pendek karangan Meutia Swarna Maharani dan diterbitkan di Kompas Minggu, 26 Agustus 2018. Pengisi suara: Shafira Deiktya, Muhammad Wildan, dan Netiasa Adab.
Dec 16, 2019
15 min
Cerita 05: Tujuh Puluhan
Seumur hidup, dia tak pernah membayangkan semua ini terjadi. Ingin rasanya dia merampas salah satu senjata yang disandang petugas itu, lalu… Laki-laki itu menangis. Dia tak pernah tahu apa yang akan diperbuatnya, seandainya senjata itu ada di tangannya. Jangankan menembakkan pelurunya, apalagi sampai melukai manusia, sedangkan menyembelih ayam untuk selamatan pun dia tak tega. Cerpen Yanusa Nugroho, Kompas Minggu, 6 Oktober 2019. 
Oct 21, 2019
11 min
Cerita 04: Sentimentalisme Calon Mayat
Naik kereta api. Tut. Tut. Tut. Siapa hendak turut? Menuju Gusti Maut. Bolehlah naik dengan percuma. Ayo kawanku lekas naik. Keretaku tak berhenti lama. Cerpen Sonny Karsono, diterbitkan Kompas Minggu, 15 Oktober 1995.
Oct 13, 2019
14 min
Cerita 03: Dodo Pulang Kampung
Jauh dari rumah. Rimba perkotaan yang kejam. Hasrat untuk pulih dan kembali fitrah. Dodo memutuskan untuk pulang kampung setelah 7 tahun berkelana; sambil mencoba memaafkan dirinya. Narator & Suara Perempuan: Shafira Deiktya| Dodo: Muhammad Wildan| Naskah: Iboi
Oct 7, 2019
22 min
Load more