Show notes
- Horor dan Misteri Hujan sudah tak sederas tadi, menyisakan gerimis padat yang masih terus tak henti menjatuhkan butiran hujan dari langit yang gelap. Malam semakin larut, pak Wiryo masih terus waspada didalam pos jaga Pintu Air tua peninggalan Kolonial. Hanya ditemani sebatang rokok setengah basah dan terang lampu senter yang menyorot debit air sungai membanjir, menimbulkan suara bergemuruh sepanjang sore hingga malam. Suara gaduh air pasang berpadu dengan gerimis sudah akrab ditelinga pak Wiryo, namun sayup-sayup dia mendengar hiruk pikuk para bocah kecil yang asyik bermain dibawah Pintu Air. Selarut ini, dengan kondisi air banjir, serta hujan yang belum usai. Anak-anak dari manakah yang cukup nekat bermain ditempat seperti ini?

