
mistoryzone
Siang itu Mbak Yasmin mendengar keributan di jalan rumahnya. Tepatnya didepan gedung Yayasan yang sudah lama terbengkalai, apakah ada kecelakaan atau kejadian lain, dia belum tahu. Sesaat setelah ikut keluar, dia baru tahu kalau ada seorang remaja diamankan warga karena lari keluar dari halaman sekolah TK yang ada di area Yayasan itu. Apakah pemuda tanggung itu pencuri? Warga nyaris menghakiminya. Untunglah dia sempat berteriak ke warga kalau temannya cewek masih tertinggal dihalaman TK, bahkan motornya juga. Usut-punya usut, ternyata mereka asik berduaan di halaman kosong itu, memanfaatkan sarana mainan anak-anak disana, dan memgalami kejadian yang sangat menakutkan...
.
---
This episode is sponsored by
· Anchor: The easiest way to make a podcast. https://anchor.fm/app
Support this podcast: https://anchor.fm/mistory-zone/support
Sep 28, 2021
20 min

mistoryzone
Malam itu adalah hari pertama proyek beroperasi, begitu pula si penjaga gudang. Itu adalah saat pertama dia bertugas. Seharian penuh dia ikut membantu membersihkan gudang sampai tuntas, juga turut bantu-bantu memasukkan beberapa perkakas dan material proyek baru. Gudang itu kelihatan bersih dan rapi. Menjelang tengah malam, tiba-tiba saja terdengar suara tokek didalamnya, si penjaga terkejut karena dia merasa tadi pagi orang-orang sudah seharian membersihkan gudang itu sampai detail. Mulai dari dinding papan sampai atap seng juga tak luput dari perhatian mereka, tapi kenapa kok masih ada binatang seperti tokek yang bersembunyi disana. Apalagi tak lama kemudian lampu didalam gudang turut padam. Si petugas jaga yang melihat dari luar kalau lampu penerangan padam, segera bergegas membuka pintu gudang dan mengutak-atik saklar lampu. Tetapi tetap saja padam...
Sesaat kemudian, "bruukk..." ada benda berat jatuh, naluri penjaganya terusik, khawatir ada orang masuk kedalam gudang dan berniat buruk, diapun menyalakan senternya... Terlihat sebuah karung sak semen yang tadi siang baru saja ditata rapi, jatuh dari tumpukannya... Dalam sorotan lampu senter, perlahan karung semen itu berdiri sendiri, bergerak-gerak menggoyangkan tubuhnya...
---
This episode is sponsored by
· Anchor: The easiest way to make a podcast. https://anchor.fm/app
Support this podcast: https://anchor.fm/mistory-zone/support
Sep 26, 2021
29 min

mistoryzone
Djatmiko kecil masih ingat kata-kata neneknya selama acara temu manten itu "Jangan jauh-jauh, disini saja". Namun dia tidak peduli, anak kecil seusia dia memang lagi aktif-aktifnya. Apalagi di acara pernikahan seperti ini, mengingat di tahun 80-an adalah hiburan tersendiri bagi anak-anak. Dimana jajan dan minim gratis bertebaran sebagai suguhan para tamu. Meskipun mulai subuh hingga menjelang siang hari, hujan masih terus turun dengan lebatnya, suasana pernikahan tetap saja ramai, tamu-tamu terus berdatangan mengalir tanpa henti. Sampai pada akhirnya ketika rombongan mempelai pria datang, Djatmiko kecil terdiam keheranan. Semua tamu itu memakai setelan hitam dengan wajah-wajah yang segar. Dan anehnya mereka datang memasuki tempat acara tanpa basah samasekali. Pakaian mereka kering, bahkan alas kaki mereka juga bersih tanpa noda air sedikitpun...
---
This episode is sponsored by
· Anchor: The easiest way to make a podcast. https://anchor.fm/app
Support this podcast: https://anchor.fm/mistory-zone/support
Sep 25, 2021
16 min

mistoryzone
Andy beruntung di kontrakan baru itu setiap malam Alip selalu membantu pekerjaannya sehingga selesai lebih awal, jadi dia bisa bersantai membeli makan di warung depan kontrakan seperti hari-hari sebelumnya. Makan malam sekaligus rokok untuk mereka berdua. Hingga akhirnya malam itu si ibu penjaga warung menanyakan apakah mas Andy tinggal bersama teman di kontrakan?
Andy menjawab bahwa selama sebulan ini ada Alip yang menginap disana... Ibu warung itu tertegun mendengar penjelasan Andy, ternyata selama ini Andy selalu membeli dua makanan dan minuman di warungnya karena disitu ada Alip yang menemaninya. Ibu warung segera memberi kode suaminya yang berada disana. Dan sang bapak setengah baya itu berkata setengah berbisik... "Mas Andy, si Alip itu setahun lalu tinggal di kontrakan situ, tapi dia sudah lama meninggal"
---
This episode is sponsored by
· Anchor: The easiest way to make a podcast. https://anchor.fm/app
Support this podcast: https://anchor.fm/mistory-zone/support
Sep 24, 2021
23 min

mistoryzone
Suara gaduh itu kembali terulang di lantai dua kontrakan, mbak Lala penasaran apakah itu adiknya Kiki yang lagi asyik bermain tik tok diwaktu malam. Saat ini sudah terlalu larut untuk membuat kegaduhan, Lala berniat menegur adiknya Kiki yang lagi asyik dikamar lantai 2. Ketika hendak menuju ke arah tangga di ruang belakang, disela-sela railing tangga paling atas, sepasang kaki adiknya tampak terlihat berdiri dianak tangga. Bagian lutut keatas tertutup oleh tembok kamar lantai 2. Kalau memang si Kiki, ngapain dia berdiri diatas tangga berlama-lama. Lampu kamar atas mati pula. Apakah itu manekin yang biasa dipakai Kiki untuk foto-foto produk fesyen dia kah. Ketika mbak Lala mendekat dan menyalakan lampu, dia terkejut bukan main...
---
This episode is sponsored by
· Anchor: The easiest way to make a podcast. https://anchor.fm/app
Support this podcast: https://anchor.fm/mistory-zone/support
Sep 23, 2021
19 min

mistoryzone
Mbak Nina (nama samaran) berlari turun ke kamar mandi di basement. Sebagai karyawan baru di usaha jasa laundry itu, dia baru menyadari kalau kamar mandi di bawah gedung ini cukup menyeramkan meskipun secara fisik bagus dan bersih. Ketika sedang menuntaskan hajatnya, di bilik sebelah terdengar aktifitas seseorang. Nina berpikir itu adslah salah satu temannya.
"Dewi kah itu?" dia menyebut nama salah satu temannya. Namun sepi tiada jawaban. Dia yang sudah selesai lantas keluar dari biliknya, dan ruangan bilik sebelah masih terdengar kran air mengalir. Namun sekali lagi dipanggil, tiada jawaban. Dengan rasa penasaran Nina membuka pintu bilik, betapa kagetnya dia melihat sosok yang berada disana...
---
This episode is sponsored by
· Anchor: The easiest way to make a podcast. https://anchor.fm/app
Support this podcast: https://anchor.fm/mistory-zone/support
Sep 21, 2021
20 min

mistoryzone
Siswoyo dan cak Agus terus menguras lumpur didalam kolam itu untuk membersihkan sekaligus mencari sisa-sisa ikan panen yang lolos dari jaring, namun karena disekitar kolam tidak ada saluran buangan yang memadai, mereka kemudian berniat membuang lumpur kolam di halaman pekarangan rumah tua, yang tepat berada disamping kolam-kolam ikan itu. Sebuah pekarangan tak bertuan yang dikenal angker, dan ditengahnya berdiri sebuah rumah tau kolonial, yang kondisinya sudah rusak termakan usia.
Apakah yang terjadi selanjutnya?
---
This episode is sponsored by
· Anchor: The easiest way to make a podcast. https://anchor.fm/app
Support this podcast: https://anchor.fm/mistory-zone/support
Sep 18, 2021
20 min

mistoryzone
Ketika semua tukang beristirahat di bedeng darurat menjelang maghrib. Pak De Ripto berkeliling memastikan semua pagar seng proyek dan pintu sudah aman. Namun ketika dia melihat di sekitar gundukan pasir yang tadi baru datang, tampak seorang anak kecil laki-laki sedang asyik bermain di urugan pasir yang menggunung itu. Pak De Ripto berpikir, "ini anak siapa maghrib-maghrib berkeliaran di sekitar proyek, dilihat dari posturnya masih belum genap lima tahunan ini bocah"
Karena dia hendak menutup lokasi proyek, Pak De Ripto menegur bocah itu dari agar segera keluar dari area proyek. Si Bocah menghiraukan tegurannya, dan berlari sembunyi dibalik gundukan guning pasir. Namun ketika Pak De Ripto menyusul kesana, bocah itu sudah lenyap. Padahal tidak ada tempat bersembunyi atau meloloskan diri diballik urugan pasir itu, sekelilingnya sudah ditutup pagar seng yang rapat.
.
---
This episode is sponsored by
· Anchor: The easiest way to make a podcast. https://anchor.fm/app
Support this podcast: https://anchor.fm/mistory-zone/support
Sep 16, 2021
15 min

mistoryzone
Mas Junaidi mengayuh sepedanya menyusuri jalanan kampung sepi di tengah malam itu. Setelah seharian mengirim barang ekspedisi, sudah waktunya untuk istirahat pulang kerumah. Namun menjelang memasuki kampungnya, sekumpulan orang tampak beramai-ramai menyusuri jalan ditengah kegelapan. Kiranya mereka adalah rombongan para pengantar jenazah, lengkap dengan kerandanya. Mas Junaidi baru ingat, tadi subuh ada pengumuman kalau tetangganya meninggal dunia, tapi kok ya tumben baru malam ini dimakamkan. Saat tengah malam dalam kondisi gelap pula. Namun tanpa pikir panjang, dia segera menaruh sepedanya dan ikut berbaur dengan rombongan itu sebagai rasa solidaritas sesama warga yang tertimpa musibah...
.
Bagaimana kelanjutan cerita mas Junaidi?
Ikuti terus kisah Pengantar Jenazah Gaib
---
This episode is sponsored by
· Anchor: The easiest way to make a podcast. https://anchor.fm/app
Support this podcast: https://anchor.fm/mistory-zone/support
Sep 14, 2021
12 min

Setelah memasang semua jerat bubu untuk mencari kepiting, Dodit beristirahat disalah satu saung pinggiran sungai itu. Suasana malam cukup sunyi sepi, hanya lampu penerangan yang dibawa rekannya Kosim terlihat berkerlip di kegelapan, tanda temannya itu berada cukup jauh darinya. Untuk mengusir sepi, dia mulai menyalakan rokoknya. Tiba-tiba bulu kuduknya merinding, seolah ada yang mengawasinya. Dodit menengok ke samping kiri kanan, tidak menemukan siapapun juga. Namun ketika dia melihat dibelakang saung. Sesosok berpakaian putih terlihat jelas dalam kegelapan malam...
---
This episode is sponsored by
· Anchor: The easiest way to make a podcast. https://anchor.fm/app
Support this podcast: https://anchor.fm/mistory-zone/support
Sep 6, 2021
17 min
Load more
