Show notes
Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 3 November 2026Bacaan: "Amsal-amsal Salomo. Anak yang bijak mendatangkan sukacita kepada ayahnya, tetapi anak yang bebal adalah kedukaan bagi ibunya." (Amsal 10:1) Renungan: Seorang anak laki-laki bernama Fery tumbuh menjadi anak yang baik dan penurut. "Namun, sejak ia beranjak menjadi seorang remaja, ia berubah menjadi anak pemberontak. Walau demikian, cinta sang ibu tidak pernah luntur. Ibunya sangat mengasihi dia dan dalam setiap doa, nama Fery tidak pernah dilupakan. Tidak peduli anaknya menutup telinga saat ia berbicara kepadanya, sang ibu akan tetap menasihatinya. Dengan linangan air mata, ia memohon kepada Tuhan untuk melindungi anaknya dari pergaulan yang buruk. Fery mengetahui semua yang dilakukan ibunya bagi dia. Jauh di dalam hatinya, ia sangat mengasihi ibunya. Namun, ia merasa bahwa sekarang ia telah menjadi seorang pemuda. Ia tidak mau mendengar nasihat-nasihat ibunya lagi. "Aku bosan mendengar ceramah ibu setiap hari, telingaku sakit mendengarnya, Bu. Aku sudah besar dan aku tahu apa yang aku perbuat." Suatu ketika, saat pulang sekolah, ia diajak oleh teman-temannya ke tempat diskotik. "Tidak ada salahnya aku mencoba," pikirnya. Fery pergi bersama mereka. Tinggal beberapa meter lagi mereka akan masuk ke dalam tempat itu. Tiba-tiba ia teringat kepada ibunya. Nasihat-nasihat sang ibu terngiang dengan sangat jelas di telinga Fery. Bayangan ibunya yang sedang berlutut, dan berdoa sambil menangis terlintas dalam benaknya. "Bagaimana perasaan Ibu bila mengetahui aku datang ke tempat seperti ini? la pasti akan sangat sedih." Langkah-langkah kaki Fery semakin terasa berat. Ia memandang tempat itu. Rasa jijik menyelimuti dirinya. "Tidak, aku harus pulang!" Ia berbalik dan segera berlari meninggalkan tempat itu dan tidak pernah kembali lagi. Ketika membaca kisah di atas, sepertinya nasihat sang ibu sama sekali tidak kena pada sasaran. Namun pada akhirnya, ketika si anak diperhadapkan dengan godaan dunia, ia kembali teringat akan nasihat ibunya. Di sini Roh Kudus berperan dalam mengingatkan semua nasihat-nasihat yang diberikan kepada anak. Mendidik anak sangat penting tetapi kita jangan lupa ada bagian yang sangat penting, yaitu selalu mendoakan mereka. Amsal berkata supaya para orang tua menasihati anak-anak mereka untuk takut akan Tuhan. Mendidik anak ke jalan yang benar itu sangat penting. Ams 22:6 berkata, "Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanya pun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu." Anak-anak adalah anugerah yang Tuhan berikan untuk dijaga. Didikan berupa nasihat yang baik akan menuntun dan mengarahkan mereka ke jalan yang benar. Sebagaimana yang telah dilakukan oleh ibu Fery, ia telah melakukan apa yang dapat dilakukannya sebagai orang tua. Menasihati dengan firman Tuhan dan mendoakan. Marilah kita menanamkan ajaran-ajaran yang baik dan benar kepada anak-anak kita, supaya mereka hidup menurut jalan kebenaran firman Tuhan. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, penuhilah aku dengan kuasa-Mu agar aku dapat melakukan tugasku sebagai orang tua. Aku mohon supaya Roh Kudus selalu menjaga anak-anakku di mana pun mereka berada. Amin. (Dod).



