Jejak Digital [yas]
Jejak Digital [yas]
Yashica Situmorang
Rekam jejak dari bunyi yang terdengar, hasil pandang yang dilihat mata dan naluri yang melululantakkan
Mendengar Suara Sendiri
Banyak suara yang di dengar, pada akhirnya suara sendiri yang menenangkan bathin. Kembali ke asalnya. Karena di dunia ini, yang paling tau hati ini, yah pemiliknya sendiri
Oct 1, 2020
4 min
Over Confidence
Mencintai diri sendiri bukan berarti mengidolakan diri sendiri, terlalu bangga sampe nutup telinga dari semua kritik orang lain. Justru, mencintai diri sendiri perlu menerima input positif dari orang lain. Jangan sampe bikin tembok besar karena terlalu percaya diri. Tapi gak perlu juga mengasihani diri sendiri, yang merasa insekyur dengan orang lain. Fleksibel tapi tetep terkontrol aja.
Sep 17, 2020
4 min
Bertemu dan Berpisah
Antonim yang selalu berdampingan. Tidak ada yang perlu disesalkan, apalagi disalahkan. Semuanya yang datang kan pergi.
Sep 8, 2020
2 min
123 menuju 26 (Garis Waktu)
Setiap insan punya lini masa yang berbeda antara satu dan yang lain. Jangan pernah kecil hati melihat mereka yang sudah merdeka duluan
Aug 4, 2020
1 min
Hak Aktif Positif
Berbagi tidak melulu karena ada kesenjangan. Berbagi tidak perlu menunggu penuh
Jul 27, 2020
1 min
Teman Cerita
Kita semua punya peran masing-masing. Ada yang bertindak sebagai pemilik cerita yang bercerita dan ada pula yang menikmati perannya sebagai pendengar saja
Jul 13, 2020
1 min
Pemantik (Social Movement)
Kepentingan bersama menjadi tujuan utama. Diam atau bergerak? Pilihan ada di tangan kita
Jul 6, 2020
1 min
Statis vs Dinamis (Moving Forward)
Bergerak bukanlah diam. Mungkin maju atau bahkan mundur. Tapi bergerak jelas tidak terhenti pada zona nyamannya. Kesalnya karena percepatannya yang terlalu kecil. Tidak puas lalu kembali diam. Tapi percayalah bahwa usaha akan selalu berbanding lurus dengan jarak tempuh dan kualitas diri
Jul 1, 2020
1 min
Jerumus Maya (Move on)
Terkadang kita tertipu dengan kenikmatan hidup yang semu. Seringkali kita membantai kehidupan nyata itu. Hingga kegagalan susul menyusul datang menimpa. Akibat nya kita tertindas dalam hidup nyata yang harusnya diperjuangkan. Apa penyebabnya? Siapa yang melakukannya? Bagaimana bisa kita terperangkap dalam ketidakjelasan ini? Biarlah alam semesta yang merekam. Mauku tak perlu kita usik lagi yang maya itu. Mengintip pun rasanya tak perlu. Tak perlu ada jawab dari dia yang sudah lalu. Toh jutaan detik di depan sana, sudah menanti memori kosong yang siap di isi dengan kisah indah yang nyata
Jun 28, 2020
1 min