
Acara diskusi buku dan baca puisi "Jalan Kesaksian dan Sajak" karya Harris Priadie Bah di Cafe Cerita, Jakarta, diselenggarakan Komunitas Jagat Sastra Milenia.
May 31, 2021
1 min

DHE SUNDAYANA PERBANGSA baca puisi dalam Ngabuburit Puisi Jakarta 2 Mei 2021, di Sekretariat YHPI | CITARUM - Dhe Sundayana Perbangsa |
May 30, 2021
5 min

(Bag 1 dari 2) Ngobrol bareng Mas Kurnia Effendi, RUANG BUAL COLACHINO Kurnia Effendi ; Kurnia Effendi lahir di Tegal, 20 Oktober 1960. Menulis pertama kali untuk publik tahun 1978 melalui majalah Gadis, Aktuil, dan koran Sinar Harapan. Pada era 80-an gemar mengikuti sayembara menulis fiksi dan berhasil mengumpulkan sekitar 30 penghargaan, 8 di antaranya juara pertama.
Saat kuliah bergiat di Grup Apresiasi Sastra ITB. Tahun 1996 bergabung di Komunitas Sastra Indonesia hingga sekarang. Diundang dalam sejumlah perhelatan sastra, antara lain Mimbar Penyair Abad 21 (DKJ, 1996), Pertemuan Sastrawan Nusantara (1997), Panggung Cerpen Indonesia Mutakhir (TUK, 2003), Temu Sastra Kota (DKJ, 2003), Biennale Festival Sastra Internasional (TUK, 2005), Mitra Praja Utama (Disbudpar, 2009), Ubud Writers and Readers Festival (2010), Bali Emerging Writers Festival (2011), Temu Sastra Indonesia-Malaysia (2015).
Telah menerbitkan 15 buku terdiri dari antologi puisi, kumpulan cerpen, himpunan esai, novel, dan memoar. Untuk menyebut beberapa buku, antara lain: Bercinta di Bawah Bulan (kumcer, Metafor, 2004); Merjan-Merjan Jiwa (novel, Pustaka Kartini, 2009); Mendaras Cahaya (antologi puisi, Rumah Anggit, 2011); Musim Gugur Telah Usai (kumcer, Elexmedia, 2013); Kincir Api(GPU, 2005), menempati 5 besar Khatulistiwa Literary Award 2006; Anak Arloji(Serambi, 2011), meraih penghargaan sastra Badan Bahasa 2013. Memoar yang pernah ditulis: Hee Ah Lee, The Four Fingered Pianist (Hikmah, 2006); Sue Aziz: Jalan Indah menuju Usia Emas (2012).
Selain menulis, ia juga menjadi pembicara dalam diskusi sastra, juri lomba sastra, instruktur pelatihan penulisan kreatif, penyunting lepas sejumlah penerbit, redaktur tamu pada sebuah tabloid di bidang seni budaya (2006 – 2009), dan kurator festival sastra.
Jan 31, 2021
1 hr 7 min

(Bag 1 dari 2) Ngobrol bareng Mas Kurnia Effendi, RUANG BUAL COLACHINO ; Kurnia Effendi lahir di Tegal, 20 Oktober 1960. Menulis pertama kali untuk publik tahun 1978 melalui majalah Gadis, Aktuil, dan koran Sinar Harapan. Pada era 80-an gemar mengikuti sayembara menulis fiksi dan berhasil mengumpulkan sekitar 30 penghargaan, 8 di antaranya juara pertama.
Saat kuliah bergiat di Grup Apresiasi Sastra ITB. Tahun 1996 bergabung di Komunitas Sastra Indonesia hingga sekarang. Diundang dalam sejumlah perhelatan sastra, antara lain Mimbar Penyair Abad 21 (DKJ, 1996), Pertemuan Sastrawan Nusantara (1997), Panggung Cerpen Indonesia Mutakhir (TUK, 2003), Temu Sastra Kota (DKJ, 2003), Biennale Festival Sastra Internasional (TUK, 2005), Mitra Praja Utama (Disbudpar, 2009), Ubud Writers and Readers Festival (2010), Bali Emerging Writers Festival (2011), Temu Sastra Indonesia-Malaysia (2015).
Telah menerbitkan 15 buku terdiri dari antologi puisi, kumpulan cerpen, himpunan esai, novel, dan memoar. Untuk menyebut beberapa buku, antara lain: Bercinta di Bawah Bulan (kumcer, Metafor, 2004); Merjan-Merjan Jiwa (novel, Pustaka Kartini, 2009); Mendaras Cahaya (antologi puisi, Rumah Anggit, 2011); Musim Gugur Telah Usai (kumcer, Elexmedia, 2013); Kincir Api(GPU, 2005), menempati 5 besar Khatulistiwa Literary Award 2006; Anak Arloji(Serambi, 2011), meraih penghargaan sastra Badan Bahasa 2013. Memoar yang pernah ditulis: Hee Ah Lee, The Four Fingered Pianist (Hikmah, 2006); Sue Aziz: Jalan Indah menuju Usia Emas (2012). Selain menulis, ia juga menjadi pembicara dalam diskusi sastra, juri lomba sastra, instruktur pelatihan penulisan kreatif, penyunting lepas sejumlah penerbit, redaktur tamu pada sebuah tabloid di bidang seni budaya (2006 – 2009), dan kurator festival sastra.
Jan 31, 2021
22 min

PEMBACAAN PUISI - PERTUNJUKAN SENI MALAM DONASI KORBAN BANJIR MEDAN- ERNA WINARSIH WIYONO- JSM - MCV
ERNA WINARSIH WIYONO membaca puisi untuk acara Malam Donasi Korban Banjir di Medan, diselenggarakan oleh grup Meditasi CoronaVirus (Kontemplasi Seni Merawat Silaturahmi) (MCV), live melalui Facebook, 9 Desember 2020.
https://www.youtube.com/watch?v=7RhAP_hRz1g
.
Dec 13, 2020
3 min

EMI SUY membaca puisi untuk acara Malam Donasi Korban Banjir di Medan, diselenggarakan oleh grup Meditasi CoronaVirus (Kontemplasi Seni Merawat Silaturahmi) (MCV), live melalui Facebook, 8 Desember 2020.
https://www.youtube.com/watch?v=y1kLkY5xnNU
.
Dec 13, 2020
3 min

Deavies Sanggar Matahari sudah berkiprah sejak tahun 1990, yang terdiri dari enam bersaudara, Dedi, Ane (meninggal tahun 2016), Devie, Deni, Heri, dan Irma, dan konsisten sampai saat ini menampilkan karya musikalisasi puisi. Mereka pun mengasuh Komunitas Musikalisasi Puisi Indonesia atau KOMPI. Mereka sudah tampil di berbagai kota di Indonesia, bahkan ke Malaysia.
Pada tahun 2001, pentas mereka dalam rangka memperingati HUT Deavies Sanggar Matahari dihadiri oleh Presiden Gus Dur dan Ibu Sinta Nuriyah, serta beberapa menteri pada kabinet saat itu. Sejumlah potret kehidupan yang tengah dialami masyarakat Indonesia hadir di sana, mulai dari tema religius, cinta, hingga keprihatinan terhadap penderitaan masyarakat mendominasi pertunjukan musikalilsasi puisi mereka.
Bagaimana mereka berproses dan konsisten dalam berkesenian? Bagaimana mereka menjalankan proses kreatif dari teks puisi menjadi musik? Yuk, kita ngobrol bersama DEVIE MATAHARI dalam podcast Ruang Bual Colachino yang diasuh oleh JAGAT SASTRA MILENIA.
Sabtu, 5 Desember 2020, mulai pukul 19.30 WIB sampai 21:00 WIB.
Ruang Bual Colachino adalah sebuah podcast ngobrol sastra memanfaatkan media sosial multi-platform yang diselenggarakan oleh komunitas JAGAT SASTRA MILENIA yang menampilkan berbagai pemikiran dari para tokoh, pelaku, dan pengamat sastra di Indonesia dan mancanegara.
JAGAT SASTRA MILENIA didirikan tanggal 10 Oktober 2020, dan memiliki visi untuk menjadi rumah belajar dan berkarya bersama dalam upaya memajukan kesusastraan Indonesia dengan memanfaatkan teknologi terkini.
Dec 13, 2020
59 min

Pada program podcast kedua ini, kami akan mengundang Bang HARRIS PRIADIE BAH untuk berbagi ilmu tentang proses kreatif dalam puisi dan teater. Bang Harris adalah pimpinan Teater Kami (Jakarta), dosen pada London School of Public Relation (Jakarta), serta menulis puisi, di mana karya-karya puisinya sudah dibukukan.
Ruang Bual Colachino adalah sebuah podcast ngobrol sastra memanfaatkan media sosial multi-platform yang diselenggarakan oleh komunitas JAGAT SASTRA MILENIA yang menampilkan berbagai pemikiran dari para tokoh, pelaku, dan pengamat sastra di Indonesia dan mancanegara, diasuh oleh Nunung Noor El Niel, Rissa Churria, dan Gambuh R Basedo.
JAGAT SASTRA MILENIA didirikan tanggal 10 Oktober 2020, dan memiliki visi untuk menjadi rumah belajar dan berkarya bersama dalam upaya memajukan kesusastraan Indonesia dengan memanfaatkan teknologi terkini.
Dec 13, 2020
14 min

Pada program podcast kedua ini, kami akan mengundang Bang HARRIS PRIADIE BAH untuk berbagi ilmu tentang proses kreatif dalam puisi dan teater. Bang Harris adalah pimpinan Teater Kami (Jakarta), dosen pada London School of Public Relation (Jakarta), serta menulis puisi, di mana karya-karya puisinya sudah dibukukan.
Ruang Bual Colachino adalah sebuah podcast ngobrol sastra memanfaatkan media sosial multi-platform yang diselenggarakan oleh komunitas JAGAT SASTRA MILENIA yang menampilkan berbagai pemikiran dari para tokoh, pelaku, dan pengamat sastra di Indonesia dan mancanegara, diasuh oleh Nunung Noor El Niel, Rissa Churria, dan Gambuh R Basedo.
JAGAT SASTRA MILENIA didirikan tanggal 10 Oktober 2020, dan memiliki visi untuk menjadi rumah belajar dan berkarya bersama dalam upaya memajukan kesusastraan Indonesia dengan memanfaatkan teknologi terkini.
Dec 13, 2020
13 min

Pada program podcast kedua ini, kami akan mengundang Bang HARRIS PRIADIE BAH untuk berbagi ilmu tentang proses kreatif dalam puisi dan teater. Bang Harris adalah pimpinan Teater Kami (Jakarta), dosen pada London School of Public Relation (Jakarta), serta menulis puisi, di mana karya-karya puisinya sudah dibukukan.
Ruang Bual Colachino adalah sebuah podcast ngobrol sastra memanfaatkan media sosial multi-platform yang diselenggarakan oleh komunitas JAGAT SASTRA MILENIA yang menampilkan berbagai pemikiran dari para tokoh, pelaku, dan pengamat sastra di Indonesia dan mancanegara, diasuh oleh Nunung Noor El Niel, Rissa Churria, dan Gambuh R Basedo.
JAGAT SASTRA MILENIA didirikan tanggal 10 Oktober 2020, dan memiliki visi untuk menjadi rumah belajar dan berkarya bersama dalam upaya memajukan kesusastraan Indonesia dengan memanfaatkan teknologi terkini.
Dec 13, 2020
29 min
Load more
