
Pagi itu, mimpi buruk yang sesungguhnya justru terjadi ketika aku terbangun dari tidur. Kulihat di ruang makan, kedua orangtuaku bertengkar hebat. Di kamar depan, kakakku menangis tanpa henti. Dengan kalut, aku berjalan menuju ruang tamu. Kulihat di atas meja, sebuah amplop besar berwarna cokelat dan di sisi kirinya tergeletak secarik surat yang terbuka lipatannya. Jantungku terasa berhenti berdetak ketika aku membaca kalimat: Rumah ini dalam penyitaan.
Jun 18, 2020
6 min
