
Pembicara: Desintha Dwi Asriani, S.Sos., M.A., Ph.D. (Dosen Sosiologi Universitas Gadjah Mada)
#NgobrolinIsu kali ini merupakan kolaborasi Girl Up! UGM bersama @baskom.pod (Podcast Bahas Komunikasi Ilkom UGM) yang akan membahas isu terkait the pink tax sebagai umbrella term yang mencakup isu diskriminasi gender dalam bentuk pricing strategy. Bersama dengan salah satu dosen Sosiologi FISIPOL UGM, Mbak Desintha Dwi Asriani, diskusi ini akan menambah wawasan kita mengenai realita yang ada di masyarakat kita, sebenarnya apa justifikasi dibalik kenyataan bahwa perempuan harus membayar harga yang lebih mahal untuk mendapatkan hak-hak yang fundamental (termasuk keamanan, kenyamanan, kesetaraan) dan setara dengan laki-laki?
May 31, 2023
28 min

Sebagai generasi muda yang berperan penting dalam proses pembangunan masyarakat yang lebih inklusif, penting untuk memahami realitas keberagaman identitas yang ada. Bagi kelompok masyarakat yang diopresi, story-telling menjadi salah satu media untuk berbagi cerita dan perspektif, membangun resiliensi, serta mendekonstruksi berbagai stereotip dalam narasi dominan. Di episode #NgobrolinIsu ini, Nadia dari divisi Riset dan Advokasi Girl Up UGM akan berdiskusi dengan Riri sebagai orang muda transpuan di Indonesia, terutama terkait perjuangan komunitas transgender untuk kian berdaya dan berkarya di negara ini.
Sep 2, 2022
27 min

Tanpa kita sadari, media yang kita konsumsi pada masa kecil turut berperan dalam proses rasionalisasi dan pembentukan kepribadian kita dalam jangka panjang. Selama lebih dari delapan dekade, Disney telah merilis tiga belas film Putri Disney sebagai salah satu waralaba mereka yang paling sukses. Di serial podcast #LookClosely kali ini, Nadia Azzahra dari divisi Riset dan Advokasi Girl Up UGM akan mengupas konstruksi identitas yang terkandung dalam film-film Putri Disney, seperti peran gender, standar kecantikan Eurosentris, male gaze, dan proyeksi nilai-nilai lainnya.
Jan 24, 2022
19 min

Akhir-akhir ini, diskusi mengenai standar kecantikan sedang hangat diperbincangkan di sosial media. Ada yang beranggapan bahwa konsepsi standar kecantikan merupakan hal yang subjektif, tidak menghegemoni, dan berbeda dari satu individu ke yang lain. Implikasi dari anggapan tersebut adalah seakan-akan tidak ada standar kecantikan yang mendominasi yang harus diruntuhkan. Akibatnya, upaya-upaya untuk melawan standar kecantikan tersebut dianggap sebagai hal yang irelevan. Namun, kami menyadari bahwa diskusi mengenai standar kecantikan seringkali cenderung elitis, dan mungkin banyak perempuan dan minoritas gender yang tidak relate.Maka dari itu, penting sekali usaha untuk melawan standar kecantikan tidak hanya berfokus pada “pemberdayaan” individu, tetapi harus dititikberatkan pada meruntuhkan struktur.
Di serial podcast #NgobrolinIsu kali ini, Mariola Sophie dari divisi Riset dan Advokasi Girl Up UGM bersama Veronica Ayu sebagai Presiden Girl Up UGM berdiskusi dengan Kak Kartika Jahja untuk membahas misogini, seksisme, dan patriarki dalam standarisasi kecantikan perempuan. Tidak hanya itu, diskusi kali ini juga membahas ikatan erat antara kolonialisme dan kapitalisme dengan standarisasi kecantikan. Yuk simak selengkapnya di Spotify Girl Up UGM!
Jul 31, 2021
33 min

Jika mendengar kata-kata reusable pads,hal yang muncul di benak kita adalah tentang keselamatan lingkungan . Tetapi, menggunakan reusable pads lebih dari sekedar mengurangi sampah. Bagi perempuan, menggunakannya mencerminkan makna yang lebih dalam; suatu protes terhadap produk kapitalis yang sebenarnya membahayakan kesehatan kandungan perempuan!
Di serial podcast #NgobrolinIsu kali ini, Marsha Qitara anggota dari divisi Riset & Advokasi Girl Up UGM ditemani oleh Mitha selaku representatif Needle N’ Bitch untuk membahas reusable pads mulai dari latar belakang sampai potensi penjualan di Indonesia. Yuk simak lengkapnya di Spotify Girl Up UGM
Mar 11, 2021
40 min

Kasus kejahatan berbasis gender masih sering terjadi di Indonesia dan kebanyakan korbannya adalah perempuan. Salah satu kekerasan berbasis gender yang masih dinormalisasikan di Indonesia adalah tes keperawanan. Tes keperawanan di Indonesia secara spesifik dilakukan pada perempuan. Perlu untuk diketahui bahwa praktik diskriminatif ini tidak memiliki dasar ilmiah apapun, dan banyak ditentang beberapa lembaga internasional seperti PBB dan WHO. Pada episode podcast #NgobrolinIsu kali ini, Ratu, Chiquita, dan Vienness dari divisi Riset dan Advokasi Girl Up UGM mengundang Dr. Sandra Suryadana sebagai tenaga medis berperspektif kesetaraan gender dan founder dari @doktertanpastigma serta Kak Inggrit sebagai perwakilan dari Perkumpulan Samsara, untuk mendiskusikan mengenai miskonsepsi tes keperawanan di Indonesia yang merupakan praktik diskriminatif terhadap perempuan.
Feb 27, 2021
38 min

Tidak dapat dipungkiri bahwa lingkungan masyarakat di Indonesia belum bisa memberi ruang aman untuk teman-teman transgender. Komunitas trans di Indonesia masih mengalami berbagai bentuk diskriminasi, penindasan,marjinalisasi, dan kekerasan, baik di ranah sosial maupun di ranah hukum. Berangkat dari keresahan itu, episode podcast #NgobrolinIsu kali ini, ingin memberi ruang kepada teman-teman transgender untuk menyuarakan pendapat mereka dengan mendiskusikan trans rights. Pada kesempatan kali ini, Vania dan Chiquita dari divisi Riset dan Advokasi Girl Up UGM akan ditemani oleh Rere Agistya dari Sanggar Swara dan Henderika Mayora dari Fajar Sikka, akan mendiskusikan realita kehidupan kelompok transgender di Indonesia
Dec 22, 2020
1 hr 14 min

Beberapa waktu belakangan, fenomena dimana whistle-blower maupun penyintas kekerasan seksual mencari keadilan melalui media sosial. Jika menyimak cuitan yang beredar, salah satu penyebabnya adalah karena penyintas kekerasan seksual cenderung mendapatkan keadilan ketika ceritanya telah viral di media sosial. Masih belum disahkannya RUU Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS) yang dapat menjadi payung hukum komprehensif, serta rendahnya literasi mengenai kekerasan seksual di kalangan penegak hukum yang justru menyebabkan penyintas mengalami retraumatisasi, juga menjadi penghalang bagi penyintas untuk mendapatkan keadilan.
Ide mengenai KEADILAN TRANSFORMATIF kemudian muncul sebagai alternatif dari sistem peradilan baik punitif maupun restoratif, untuk merespons, mencegah, dan mengakhiri kekerasan tanpa mereproduksi kekerasan tersebut. Pada kesempatan kali ini, Girl Up UGM mengundang Tassa dari Samahita Bandung untuk berbincang mengenai keadilan transformatif, sebuah konsep peradilan yang berperspektif korban dan berbasis komunitas.
Aug 29, 2020
37 min

Ternyata, feminisme itu bukan hanya kesetaraan gender, tapi juga perlawanan terhadap segala jenis penindasan. Ia juga punya kaitan yang erat banget sama kolonialisme. Gimana tuh maksudnya? Yuk dengerin Mariola dan Hana dari Divisi Riset dan Advokasi Girl Up UGM bareng Kak Aria Danaparamita ngobrolin feminisme dekolonial dan resistensi penindasan kolonialisme,kapitalisme, dan patriarki.
Aug 17, 2020
50 min

Kamu gay? Kok ke gereja?
Kamu transgender? Ngapain shalat?
Di Indonesia, ketuhanan dan kepercayaan sering menjadi alasan yang digunakan untuk menjustifikasi perlakuan diskriminasi terhadap kawan-kawan LGBTQ+. Karena diasosiasikan dengan pelencengan dari agama, LGBTQ+ seringkali dianggap tidak beragama. Lebih jauh, jika mereka terlihat mengekspresikan kepercayaan, seperti beribadah atau menggunakan atribut keagamaan, mereka justru dianggap menistakan agama. Di seri #NgobrolinIsu kali ini, Girl Up! UGM ngobrol bareng Ustad Arif dari Pondok Pesantren Al-Fatah serta Vania Sharleen, Dosen Pendidikan Agama Kristen dan bagian dari Queer Theology Study Club Universitas Kristen Duta Wacana.
Jul 26, 2020
59 min
Load more
