From Today Until Tomorrow
From Today Until Tomorrow
Robertus Rony Setiawan
Ruang curahan pengalaman sehari-hari. Mendudukkan senandika jadi senandung harmoni penentram jiwa dalam ragam rupa: puisi, refleksi, esai.
My Autobiography (99 b)
Bagian pertama dari pengadeganan catatan Diari Hipersensi. Menggambarkan aktivitas keseharian saya dilambari tiga emosi, yaitu sedih, kuat dan menggelegar, serta takut. Kesembilan adegan mencakup sembilan emosi berbeda, sedang di bagian pertama ini 3 adegan dengan 3 emosi. Penggambaran diperkuat dengan suara latar dari Calvin Jeremy. Perekam gambar Sigat Rambito, dan penyunting suara-gambar Bima Afrido. Ide, pelakon, dan perancang adegan dibawakan oleh saya. Selamat mendengarkan.
Jul 26, 2023
3 min
Karya Instalasi "99 a I Love You but You Give Me a Hate Speech"
Dari kumpulan barang bekas menjelma seni instalasi yang membicarakan tentang daya kritis yang cenderung menurun akibat era digitalisasi teknologi. Literasi menurun yang beralih budaya instan dan melahirkan sampah baru: hoaks, perkubuan warganet nan politis, dan ujaran kebencian. Karya seni instalasi ini tersaji dalam pameran karya seni rupa RE-IDENTIFY Laboratorium NFT, Bentara Budaya Jakarta dan Galeri Astra, Juli 2023.
Jul 20, 2023
3 min
Puisi Anagram II: Rubicon, Curi Bon - a Kid, Kid a - The Act of Cat
Ketiga puisi anagram karangan saya ini merupakan karya kaitan penyerta instalasi berjudul "99 a I Love You but You Give Me a Hate Speech". Ditulis pada Maret 2023 di Jakarta, puisi-puisi ini dikembang-sajikan menjadi lukisan kolase. Bersama enam puisi kolase lain, mereka menempel pada balok-balok yang mengisi ruang di bawah karya instalasi tersebut. Kau bisa mendengarkan puisi ini sembari membayangkan ia bersuara menyapamu di sekitar bawah instalasi itu. Rasakan bunyi, alami, dan... lepaskan. Terima kasih, Sang Pemberi Kehidupan.
Jul 19, 2023
5 min
Jembatan Belas Kasih Menuju Tahun Mukjizat
“Masa annus horribilis (tahun yang mengerikan) justru menandai terang kasih Allah yang hadir dalam sosok-sosok pembawa harapan hidup. Para nakes sebagai orang sederhana yang bekerja secara teratur dan disiplin menawarkan kepada kita terang kehangatan dalam tindakan nyata.” Persinggahan akan membutuhkan sebuah tempat istirahat. Bagi seorang yang merasakan lelah atau lemah dan sakit, ketenangan mesti disediakan pula dengan lekas. Tak terkecuali di masa pandemi Covid-19 ini. Memasuki tahun 2021, kita seakan ditampar kondisi: Bung dan Nona sekalian, sudahkah Anda 3M hari ini? Atau kita malahan cuek dan melanggar protokol kesehatan sehingga sangat riskan menimbulkan jatuhnya korban dan memperberat beban pelayanan rumah sakit? Selamat menyambut 2021 dalam semangat berbelas-kasih, terutama kepada sesama kita yang terpinggirkan dan terdampak akibat virus SARS-Cov-2 atau Corona! Lagu latar: Departmental Deities and Other Verses (general summary) - oleh Melancholic Bitch. Requiem - oleh Melancholic Bitch. Mind Game - oleh Risky Summerbee and The Honeythief.
Jan 7, 2021
19 min
Harapan | Esai Goenawan Mohamad
”Sekali kita belajar tentang kematian, kita akan belajar tentang kehidupan.” Dr Morrie Schwartz tidak lagi disebut sebagai mahaguru, melainkan sebagai seorang yang akrab: Albom memanggilnya “coach” dan juga dengan nama depan, Morrie. Yang diutarakannya kian lama kian ringkas, karena tubuhnya kian lama kian lumpuh. Akhirnya bukan pengetahuan, melainkan kearifan... ia memberi tahu kita: tetap saja ada orang yang berbuat baik, juga dalam kekalahannya…. (“Harapan”, Esai Goenawan Mohamad) Ditulis oleh Goenawan Mohamad dalam catatan pinggir Majalah Tempo, 6 Agustus 2000, esai ini memberi satu cermin perenungan: adakah kita mau pasrah jika bukan bersukacita menerima kondisi berat bahkan menjelang kita benar-benar menutup mata? Bebunyian latar: Musik "Surya Namaskar" dan "Joged Kahyangan" karya Dewa Budjana.
Dec 29, 2020
11 min
Siapakah Saya? (Esai Soe Hok-Gie)
Esai ringkas dan lugas Soe Hok-Gie ini, seingat saya, termuat dalam buku berjudul Soe Hok-gie …Sekali Lagi: Buku, Pesta dan Cinta di Alam Bangsanya (Penerbit Kepustakaan Populer Gramedia, 2009). Berpusat dari ulasannya atas film Cekoslovakia ...a pátý jezdec je Strach ( ...And The Fifth Horseman Is Fear ) (1965), Gie menyinggung sejumlah tabiat politisi, anggota partai, juga dirinya sendiri selaku mahasiswa. Dia menawarkan kepada setiap diri kita sebuah refleksi diri: siapakah saya, dan apa pilihan hidup saya selanjutnya.
Dec 22, 2020
16 min
Panggung 'Sindirwara'
Esai kebahasaan yang mengupas perihal sandiwara, drama, dan peran kesenian di tengah masyarakat: sekadar tontonan ataukah juga tuntunan?
Dec 15, 2020
9 min
Kebutuhan Ketubuhan dan Puisi Lainnya
Tiga puisi serangkai yang menghimpun berkas-berkas (r)asa: masa lalu, kini, dan depan. Digubah akhir September hingga awal Oktober 2020.
Oct 7, 2020
6 min
Elegi Maut Tersenyum
Dua puisi Joko Pinurbo, "Elegi" dan "Maut Tersenyum" memberi semacam peringatan tentang perpandemian. Puisi tersebut digubah pada September 2020.
Sep 14, 2020
2 min
Kenapa dan Kena Apa Saya Menulis Bunga yang Tak Dikehendaki
Kutipan pengantar buku karya saya, Bunga yang Tak Dikehendaki (Rehal, Agustus 2020). Sila kunjungi: https://bit.ly/bukubytd.
Aug 3, 2020
7 min
Load more