
Mengapa hal ini menjadi peristiwa yang berulang terjadi? Ustadz Harry Santosa menyampaikan "banyak anak yang tidak sungguh-sungguh di observasi "apa maunya", orang tua fokus pada "mampunya" anak di sekolah, ketika lulus bingung mau jadi apa?". Pengalaman ini terjadi juga pada announcer. Pernah sangat kebingungan menentukan jurusan perkuliahan ketika sudah lulus SMA. Baru terpikir mau jadi apa ke depannya? Semestinya hal demikian di arahkan sejak mulai terlihat bakatnya. Akhirnya announcer "gagal" 1 tahun, kemudian pindah kampus di tahun selanjutnya. Untuk melengkapi Kilas Peristiwa kali ini, simak juga Episode "Ikuti Skenario-Nya" ya!
Jul 4, 2020
2 min

Karena anak adalah amanah untuk orang tuanya, maka sudah semestinyalah orang tua yang mendidiknya. Janganlah semua tanggungjawab mendidik di serahkan pada pihak sekolah. Banyak yang pintar (anak sekolah) namun berkasus kan? Pendidikan bukan hanya bicara tentang memintarkan otak. Rasul pun di utus ke dunia ini untuk menyempurnakan akhlak, bukan memintarkan otak.
Jun 22, 2020
8 min

Merupakan curhatan announcer mengenai sebuah fenomena yang terjadi di masyarakat
Jun 19, 2020
4 min

Anda termasuk senang bicara, tipe leader atau pemikir? Sudah tepatkah profesi atau pekerjaan anda dengan sifat unik anda? Mungkin cita-cita memang sudah tercapai, namun mengapa tidak bahagia?
Jun 18, 2020
3 min

Profesi yang "gue banget" sebetulnya datang dari dalam, bukan karena sedang tren atau banyak di pilih orang. Find it in you!
Jun 16, 2020
2 min

