
Beberapa majalah / jurnal ilmiah mengadopsi alur yang sedikit berbeda dan lebih ringkas, yang sering kali disebut sebagai komunikasi pendek. Majalah/ jurnal ilmiah tersebut, seperti misalnya Kyoto Review of Southeast Asia, Nature dan Science, memuat informasi penting dan memiliki nilai ilmiah tinggi serta perlu segera diketahui oleh dunia litbang, yang dapat berupa laporan awal yang ringkas dan independen serta berkontribusi secara signifikan dan relevan untuk dipublikasikan, atau tulisan sederhana tetapi lengkap dengan maksud untuk menjelaskan hasil dari investigasi suatu masalah atau penjelasan mengenai model / hipotesis baru, inovasi metode, teknik, atau peralatan. Majalah / jurnal ilmiah jenis ini memiliki sistematika yang hampir sama dengan makalah lengkap namun formatnya dapat tidak mencantumkan kata-kata “Pendahuluan”, “Hasil”, dsb secara eksplisit, melainkan terkadang menggunakan topik bahasan sebagai sub-heading, dan menaruh bagian metode di akhir sebagai sisipan.
Sep 5, 2020
24 min

Dalam arena perkembangan dunia ilmiah yang semakin pesat, kuantitas dan kualitas KTI menjadi cerminan produktifitas dan daya saing peneliti, lembaga bahkan bangsa. “Publish or Perish! (menulis atau tersingkir)” adalah sebuah istilah dalam komunitas ilmiah yang menekankan pentingnya penulisan KTI bagi kemajuan karir seorang peneliti. Saat ini, faktanya peneliti Indonesia perlu lebih menggiatkan upayanya dalam menghasilkan publikasi ilmiah. Apalagi bila mengingat tingginya kekayaan alam dan aspek sosial budaya Indonesia yang layak diangkat sebagai topik penelitian. Nature Index 2016 yang merangkum jumlah publikasi sepanjang tahun 2015 di dua majalah/jurnal ilmiah bergengsi bagi komunitas ilmiah internasional yaitu Nature dan Science, tidak menempatkan Indonesia dalam 50 negara teratas. Di kawasan Asia-Pasifik, Indonesia berada di ranking 16, diungguli oleh enam negara Asia Tenggara lainnya. Untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas publikasinya, peneliti perlu mendalami dan menerapkan teknik-teknis penulisan KTI yang berkualitas dan berintegritas.
Sep 5, 2020
30 min

Bahwa peneliti dalam melakukan kegiatannya berpegang pada nilai-nilai integritas, kejujuran, dan keadilan!
Sep 1, 2020
51 min
