Abdul Rosid
Abdul Rosid
s4ntrimilenial
Ketika akademik menjadi standar utama, maka dengan cara apapun siswa akan mengejarnya demi memperoleh nilai yang utama, pendidikan tidak hanya sebatas angka untuk mengukur kemampuan siswa tetapi pendidikan itu adalah aktivitas dimana seorang individu menjadi lebih baik dari sebelumnya, dalam Islam itu dikatakan dengan "berkah" pendidikan dikatakan gagal jika peserta didik dalam proses pendidikan tidak ada perubahan tingkah laku menjadi lebih baik. Pendidikan juga sebagai Thareqat dan media untuk menjadikan peserta didik menjadj lebih dekat kepada Tuhannya. Pendidikan yang keliru jika menekanka
3 Tahapan Mendidik Anak
3 Tahapan Mendidik anak dalam Islam Ala Sayyidina Ali RA 1. Umur 0-7 Tahun Yaitu perlakukan dia dengan kasih sayang, tidak menampilkan kekerasan cuma perlahan ajarkan kedisiplinan juga d umur 7 tahun ajarkan dia sholat 2. Umur 8-14 tahun Yaitu perlakukan dia seperti tawanan. Maksudnya ajarkan dia disiplin, tanggung jawab dan jujur. Jika tidak sholat di umur 10 tahun boleh dipukul mengandung makna didikan agar dia disiplin 3. Umur 15-21 tahun Yaitu perlakukan dia seperti sahabat karib. Ajak dia berfikir dan ajarkan ia kehidupan bermasyarakat dan bersosialisasi dengan skala yang lebih luas dengan tujuan agar anak mampu membedakan yang baik dan yang tidak baik. Dan tanamkan ideologi dengan kuat sehingga ia siap terjun di kehidupan sosial dengan jangkan lebih luas lagi
Jun 15, 2022
9 min
Opini || Pentingnya Literasi_HOAX=FITNAH.. Ustadz Gusti Muslihudin Sa'adi
yang tidak jelas sumbernya seringkali membuat perpecahan, dan tentunya berakibat fatal. Apalagi di zaman generasi milenial ini yang mana informasi dapat dishare dengan begitu cepatnya. Allah SWT berfirman dal Al Qur’an {يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَى مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ (6) Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu. Ayat ini turun berkenaan dengan Sahabat Al Walid dan Al Harits dimana Al Walid diutus oleh Rasulullah SAW untuk mengambil Zakat yang dikumpulkan namun Al Walid Ibnu Uqbah muncul perasaan takut dan kembali ke Rasulullah SAW dengan membawa kabar bahwa Al Harits tidak mau memberikan zakat dan hendak membunuhnya, yang kemudian dikarifikasi sendiri oleh Al Harits kepada Rasulullah SAW maka turunlah ayat tersebut Ayat ini menjadi landasan agar kita sebagai umat muslim untuk tetap berhati hati terhadap informasi yang beredar dengan tidak langsung percaya dan juga tidak langsung menolah. Tetapi bertabayyun untuk mengetahui kevalidan berita tesebut. Lalu bagaimana Langkahnya adalah dengan membiasakan diri untuk berliterasi. Tentunya literasi yang sehat, literasi sendiri bukan hanya membaca tetapi serangkaian membaca, memahami dan mengevaluasi suatu teks dalam bentuk tulisan, audio ataupun video. Adapun langkah-langkah yang harus kita teliti saat informasi kita temukan Membaca dan menelaah kontekstual informasi tersebut apakah apakah mengandung unsur politik, sara ataupun kepentingan kelompok tertentu. Perhatikan sumbernya biasanya informasi Abal-abal menggunakan website juga Abal Abal artinya Hanyar mencari rating agar viral, misal: Channel YouTube Channel jika bukan Channel resmi media informasi, alangkah baiknya tidak perlu disebarluaskan karena sudah pasti channel tersebut hanya mencari views dan rating. Website Website media informasi bisa anda deteksi dengan domain yang resmi misalkan menggunakan www. media.go.id, .www. media.co.id domain ini bisa dipercaya. Tetapi jika sumber menggunakan domain www. media.xyz, www. media.blogspot.com, media.com perlu ditelaah lebih mendalam Penulis Selain itu, informasi yang beredar harus kita tinjau siapa penulisnya, atau penyampainya. Media informasi yang valid tentunya berasar dari orang yang kredibel di bidangnya Oleh karena itu kita sebagai muslim seyogyanya berhati hati dalam menyebarkan berita. Gunakan slogan Telaah Dulu Sebelum Share agar kita termasuk pelaku fitnah sebab Hoax bagian dari fitnah
Mar 10, 2022
20 min
PERBEDAAN MODEL, STRATEGI PEMBELAJARAN || GURU PENGGERAK 02
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh ⏩PERBEDAAN MODEL PEMBELAJARAN, STRATEGI, METODE DAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN ⏩ Dalam analisa pembelajaran dimulai dari pendekatan permisalan pembelajaran berpusat pada siswa. Jadi pendekatan itu adalah garis besar cara interasi guru dan murid dalam pembelajaran. Pendekatan skala dan pengertiannya luas, student center, teacher senter, cukupkah mendefinisikan atau menjalankan pembelajaran? Maka diperlukan sebuah model yang merupakan rincian dari pendekatan. Apasih model...? Model pesawat, model rumah atau apalah.. ya model pembelajaran adalah denah atau rangakaian aktivitas pembelajaran dari awal hingga akhir, misalkan model pembelajaran berkelompok, atau model pembelajaran berbasis teknologi, model pembelajaran berbasis proyek dll. Model tidaklah cukup dalam mendefinisikan dan menjalankan sebuah pembelajaran diperlukan strategi. Ibaratkan perang formasi pasukan sudah diatur tapi strategi perang gak ada ya habis... Tamat riwayatnya. Maka dalam pembelajaran perlu disusun strategi agar impian dan tujuan pembelajaran dapat tercapai. Strategi itu banyak tergantung kita mau update tidaknya ada strategi tanya jawab, mindmap, praktikum yang kemudian kegiatan itu dinilai. Stategipun masih belum cukup dilanjutkan dengan metode. Metode memasak.. metode apa lagi 😀.. ? Metode itu singkatnya prosedur langkah langkah pelajaran. Metode tidak cukup maka adalagi yang namanya teknik pembelajaran, simpelnya yaitu cara yang dilakukan dalam melaksanakan metode pembelajaran Yuk selengkapnya di video kali ini 👉Tonton sampai habis ya jangan lupa difollow 🙏 #NadiemMakarim #Mendikbudristek #sekolahpenggerak2021 #GuruPenggerak #Guru
Mar 8, 2022
24 min
Great Education Eps. 1
Tentang Pendidikan
May 1, 2021
1 min