Teras Hijrah
Teras Hijrah
Tri Sulasiana Baiduri
UNTUNG BERUJUNG KERUGIAN
11 minutes Posted Oct 31, 2020 at 3:55 am.
0:00
11:29
Download MP3
Show notes
Tidak seorangpun yang ingin rugi dalam hidupnya. Berbagai upaya dilakukan untuk memperoleh keuntungan. Islam telah menjelaskan bahwa tidak setiap cara yang sepertinya menguntungkan benar-benar menguntungkan secara hakiki.
Setiap cara yang haram, walaupun kelihatan bisa memberikan keuntungan yang berlipat ganda, namun secara hakiki merupakan racun yang secara pasti akan mendatangkan kerugian, cepat ataupun lambat.
Riba misalnya, walaupun secara hitungan matematis akan menguntungkan, namun Allah SWT, Dzat Yang Maha Tahu, menyatakan bahwa riba adalah salah satu sumber kerusakan. Allah berfirman:
يَمْحَقُ اللَّهُ الرِّبَا وَيُرْبِي الصَّدَقَاتِ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ كُلَّ كَفَّارٍ أَثِيمٍ (276)
Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran, dan selalu berbuat dosa. (Qs. al-Baqarah: 276).
Ayat ini menegaskan bahwa Allah akan memusnahkan harta riba dan harta yang bercampur dengan riba atau meniadakan berkahnya. Rasulullah saw juga menyatakan:
“إِنَّ الرِّبَا وَإِنْ كَثُرَ فَإِنَّ عَاقِبَتَهُ تَصِيرُ إِلَى قُلٍّ” (رواه أحمد، الطبراني والحاكم وحسنه الحافظ ابن حجر)
“Sesungguhnya, (harta) riba walaupun banyak jumlahnya, pada akhirnya akan menjadi sedikit.” (HR. Ahmad, ath-Thabrany, al- Hakim dan dihasankan oleh Ibnu Hajar).
Riba, disamping menghancurkan ekonomi individu, juga menghancurkan ekonomi sebuah negara. Negeri yang Allah ciptakan dengan kekayaan yang melimpah ini, dengan perkiraan kekayaannya bisa mencapai Rp 200 ribu Trilyun, saat ini, saat memakai sistem ekonomi kapitalisme, sistem yang tidak bisa lepas dari riba, telah menjadikannya terlilit hutang. Hingga akhir Juli 2015 lalu total utang Pemerintah mencapai Rp 2.911,41 triliun, di 2016 untuk pembayaran bunga (riba)nya saja direncanakan Rp 183,429 triliun.
Disamping riba, ghabn al fahisy (penipuan harga), tadlis (penipuan barang/alat tukar), ihtikar (menimbun) dan berbagai aktivitas haram lainnya, walaupun sekilas akan menguntungkan pelakunya, namun pasti akan menjadikan bangkrutnya bisnis mereka, minimal hilangnya berkah usaha mereka; hartanya melimpah, namun dia tidak mendapatkan ketenangan dari harta tersebut, atau dia diberi penyakit yang menjadikannya tidak bisa menikmati harta yang melimpah itu.