Teras Hijrah
Teras Hijrah
Tri Sulasiana Baiduri
KHAULAH binti Malik bin Tsa'labah ra.
13 minutes Posted Oct 11, 2020 at 1:14 am.
0:00
13:16
Download MP3
Show notes
Khaulah binti Malik bin Tsa’labah ra. adalah seorang perempuan yang fasih bicara dan indah bahasanya.
Khaulah selalu dekat dengan Allah, imannya senantiasa kukuh dan kuat di keadaan segenting apa pun. Hal ini berdampak besar dalam keteguhannya berhukum kepada aturan-aturan Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Ia selalu bertanya kepada Rasulullah Saw. tentang sesuatu ataupun perbuatan yang tidak diketahuinya. Ia tidak segan-segan mengingatkan siapa pun, termasuk amirul mukminin, jika menurut pemahamannya hal itu tidak sesuai dengan Islam.
Di masa Rasulullah Saw., Khaulah pernah mengadukan kepada Rasulullah Saw. masalah perlakuan suaminya yang menzihar dirinya.
Hal ini bukanlah karena benci kepada suaminya, tetapi ia ingin mengetahui kejelasan hukum tentang persoalan yang dihadapinya. Ia khawatir dirinya dan suami yang dicintainya akan melanggar aturan Allah dan Rasul-Nya.
Berkenaan dengan hal ini, turunlah QS Al-Mujadilah ayat 1-4 sebagai jawaban yang sangat melegakan hati Khaulah.
Ayat Alquran Turun untuk Khaulah
Diceritakan, Khaulah adalah istri dari Aus bin Shamit, seorang lelaki tua yang suka menghardik dan kurang baik perilakunya.
Suatu hari, Aus marah kepada Khaulah seraya berkata, “Ya Khaulah, engkau bagiku bagaikan punggung ibuku!” Aus kemudian keluar dan duduk di dalam perkumpulan kaum untuk beberapa waktu lamanya.
Lalu Aus datang kembali pada Khaulah, serta menghendaki dirinya. Kepadanya Khaulah katakan, “Jangan engkau lakukan hal itu, Demi Tuhan yang diriku berada dalam kekuasaan-Nya, engkau tidak dapat lagi berbuat begitu (jimak) denganku, karena engkau telah mengucapkan apa yang baru engkau ucapkan, hingga Allah dan Rasul-Nya memberi keputusan antara kita.”
Di zaman jahiliah dulu, apabila seorang suami mengatakan hal tersebut kepada istrinya, maka istrinya pada waktu itu menjadi haram baginya.
Maka, Khaulah pun pergi menghadap Rasulullah Saw. dan menceritakan apa yang baru saja terjadi atas dirinya. Khaulah adukan pula keburukan akhlak suaminya kepada beliau.
Kemudian Rasulullah Saw. bersabda, “Ya Khaulah, anak pamanmu itu sudah tua, maka takutlah engkau kepada Allah.”
Lalu ia (Khaulah) mengatakan, “Demi Zat yang menurunkan kitab kepadamu, ia tidak menyebutkan talak. Ya Allah, sesungguhnya aku mengadu kepada-Mu beratnya musibah yang menimpaku dan alangkah berat bagiku berpisah dari suamiku. Ya Allah, turunkanlah melalui lisan Nabi-Mu keterangan-keterangan yang dapat menghilangkan kesulitan kami ini. Sejak peristiwa itu, demi Allah, aku terus-menerus menunggu hingga Allah menurunkan Ayat Alquran yang membicarakan masalahku dengan Aus bin Shamit.”
Lalu Rasulullah Saw. mengisolasi diri sebagaimana biasa, hingga kemudian keluar dengan wajah ceria, seraya bersabda, “Ya Khaulah, Allah telah menurunkan ayat Alquran mengenai masalahmu dengan suamimu.”
Sesaat kemudian Rasulullah membacakan Quran Surat Al Mujadilah ayat 1-4