Show notes
Belajarlah dari Rendang tentang keberagaman dan kondisi yang utopis.Ini merupakan seri yang pertama mengenai sebuah konflik akan keinginan yang utopis tentang Rendang. Disini saya ingin menyinggung kondisi Negeri Ibu Pertiwi ini yang layaknya Rendang yang dijual Rumah Makan Padang kepunyaan orang Tionghoa tersebut. Bumbu dan Rempah yang saling menonjol tanpa ada keseimbangan layaknya suku, ras, antar golongan ataupun agama di negeri nusantara ini yang tidak mau mengalah dan ingin selalu menonjolkan dirinya tanpa ada keseimbangan diantaranya. Orang Tionghoa yang mencari keuntungan semata dari Rendang layaknya investor-investor asing dan politisi yang hanya mencari keuntungan semata tanpa memperhatikan kualitas "rendang" yang mereka jajakan.



