Show notes
Menurut penyair Rusia Yevgeni Yevtushenko "autobiografi penyair adalah puisinya" dan itulah yang tampak jelas di dalam puisi-puisi Wiji Thukul. Ia tak menulis dengan bahasa langit. Ia mencatat realitas yang ia rasakan dan alami. Diksi-diksi perlawanan menjadi ciri khas sebab ia hidup di jaman penuh represif. Dengan bahasanya yang sederhana, ia tak sedang ingin menggugah apa pun. Ia menulis karena karena kata-kata adalah senjata. Membaca puisi Wiji adalah membaca sebuah biografi dan juga membaca sebuah zaman.



