Melanjutkan obrolan pada episode siniar sebelumnya, Tiko Sukarso menggali bagiamana ketukangan Tarlen Handayani sebagai tukang jilid dapat berkelanjutan lewat bisnis yang dibangunnya sejak 2008. Bagi Tarlen membangun ketukangan yang berkelanjutan juga adalah soal memberikan tantangan terus-menerus sebagai upaya untuk mengasah ketukangan dan kualitas produk yang dihasilkannya. Keberlanjutan juga bagi adalah menyeimbangkan antara produksi produk dan juga pelayanan merawat pengetahuan lewat perbaikan buku. Tarlen berlajar bookbinding pemula di Etsy Lab, Brooklyn, USA, 2008 lalu mendalami sendiri sampai akhirnya memutuskan untuk lebih serius belajar di Canadian Bookbinder and Book Artist Guild sejak tahun 2018 sampai saat ini.
Tiko Sukarso (@tikosukarso) chef, pendiri & pengelola @kulatresna@sirjakula @dipakarsadayakatresna dan Tarlen Handayani (@vitarlenology) penjilid buku/bookbinder, pendiri & pengelola @dipakarsadayakatresna, saling berkenalan dan menemukan kesadaran setara lalu berkongsi melahirkan Dipa karsa Daya Katresna sebagai cahaya niatan, keinginan, kehendak dan kemampuan untuk melakukannya atas dasar kecintaan. Instagram @dipakarsadayakatresna


