Vaksin HPV (Human Papillomavirus, disebut juga HPV) yang efektif mencegah kanker serviks pada wanita ini resmi diluncurkan pada tahun 2006. Hingga tahun 2022, ada 126 negara di dunia di mana pemerintah mengalokasi dana untuk pemberian vaksin kepada remaja perempuan berusia 9-14 tahun. Di Taiwan siswi SMP kelas I menerima vaksin HPV yang dibiayai sepenuhnya dana publik. Pada tahun ini (2023) Kota Chiayi menjadi lokasi pertama yang memberikan vaksin kepada siswa SMP laki-laki menerima vaksin HPV, karena sebenarnya laki-laki juga berkemungkinan terinfeksi virus HPV, yang bisa menimbulkan penyakit kutil kelamin (atau kondiloma akuminata), kanker anus atau penis. Pemerintah Kota Taipei juga mengumumkan akan memasukkan remaja laki-laki sebagai target untuk penyuntikan vaksin ini. Apakah pemberian vaksin dana publik menjadi kebijakan nasional? Sehubungan dengan hal ini Kepala Divisi Pencegahan dan Pengendalian Kanker dari Ditjen Kesehatan Nasional Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan (MOHW) Lin Li-ru(林莉茹) menyampaikan kepada Reporter Muda, pemerintah berharap dapat mencapai tujuan pemberantasan kanker serviks pada tahun 2030, dan tujuan utamanya adalah untuk menjangkau 90% remaja perempuan di sekolah menengah, apakah akan memperluas sasaran, masih perlu dipertimbangkan termasuk efektivitas biaya dan mendahulukan kesehatan masyarakat.



