Renungan Pagi
Renungan Pagi
GPdI Ujung Menteng
Allah yang Kasih Adanya Adalah Allah Tritunggal
5 minutes Posted Jan 20, 2021 at 4:50 am.
-7a Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa! Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu. Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan, haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu.
, yakni, Bapa, Anak dan Roh Kudus. Mereka adalah Tiga Pribadi ilahi yang berbeda namun dalam satu hakekat Allah yang esa.   
0:00
5:15
Download MP3
Show notes
Renungan pagi :
ALLAH YANG KASIH ADANYA ADALAH ALLAH TRITUNGGAL
Ulangan
Hal kedua yang harus dilakukan oleh para ayah atau kepala keluarga untuk membangun budaya baru, yaitu mengasihi Allah dengan segenap hati, jiwa, akal budi dan kekuatan kita manusia adalah mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anak mereka.
Ada satu hal penting yang kepala keluarga wajib memahami agar mereka yakin bahwa perintah mengasihi Allah itu sebagai perintah yang terutama dan pertama. 
Mereka harus mendengar bahwa bahwa Tuhanlah Allah, dan Tuhan itu Esa. Para ayah harus memahami dan mengenal Allah sebagai Tuhan yang esa. Juga mengerti bahwa Allah yang mereka harus kasihi adalah Allah yang menyatakan diri sebagai  Allah Tritunggal, seperti yang Yesus katakan dalam Injil Matius
Tiga Pribadi Ilahi yang berbeda mengandung arti Bapa adalah Bapa, bukan Anak atau Roh Kudus. Anak adalah Anak, bukan Bapa atau Roh Kudus. Roh Kudus adalah Roh Kudus, bukan Bapa atau  Anak. 
Mereka ada dalam satu hakekat Allah yang Esa. Satu hakekat berarti satu substansi. Karena itu Bapa, Anak dan Roh Kudus, setara adanya, tidak ada yang lebih tinggi dan tidak ada yang lebih rendah satu dari yang lain, sebab Bapa itu Allah, Anak itu Allah dan Roh Kudus juga Allah. Namun demikian bukan berarti kita menyembah tiga Allah sebab pada hakekatnya mereka itu satu jua adanya. 
 
Tritunggal Allah menunjukkan suatu hal yang sangat penting yakni bahwa  Allah itu adalah kasih. Bapa mengasihi Anak dan Roh Kudus, Anak mengasihi Bapa dan Roh Kudus dan Roh Kudus sendiri mengasihi Anak maupun Bapa. 
Dunia meneriakkan Allah yang satu dalam pengertian jumlah bilangannya satu. Pertanyaannya jika Allah itu jumlah bilangan satu, siapakah obyek yang dijadikan sasaran kasihNya sebelum segala sesuatu ada. Sebab tindakan mengasihi menghendaki sebuah obyek di luar dirinya untuk dikasihi. 
Kita bersyukur karena Allah kita adalah Allah Tritunggal sehingga Allah itu sendiri dapat membuktikan diri-Nya sendiri melalui kasih mereka satu dengan yang lain di antara tiga Pribadi tersebut, sebelum segala sesuatunya ada dan diciptakan.  
Pendeta Stephen Tong mengatakan : Jika kita tidak percaya bahwa Allah adalah Tritunggal, maka kita tidak berhak percaya bahwa Allah itu kasih. Artinya, jika kita percaya Allah itu kasih adanya, maka tidak bisa tidak, Allah adalah Allah yang Tritunggal, yang setiap Pribadi-Nya saling mengasihi satu sama lain di dalam kekekalan sebelum segala sesuatu ada dan diciptakan.
Atas dasar keberadaan Allah Tritunggal yang penuh kasih inilah, kita diperintahkan untuk mengenal dan mengasihi Dia. Sebuah perintah yang direncanakan untuk mendatangkan kebaikan dan kebahagiaan kita. Karena kita memang dirancang untuk masuk ke dalam persekutuan dengan Allah Tritunggal tersebut, yang dapat kita kenal melalui Kristus Yesus, Tuhan kita. Seperti yang dikatakan oleh seorang apologet bernama Athanasius : Demikianlah kesempurnaan Allah atau sepenuh-penuhnya Allah di dalam tubuh Yesus Kristus selalu dinyatakan sebagai Bapa, Anak dan Roh Kudus. Tiga di dalam kenyataan dan pekerjaan penebusan. Satu dalam hasrat, kuasa dan cinta.
Saya Theo Barahama, mari pancarkan Kerajaan Sorga dari rumah kita!