Show notes
Jendela kacaDikala wajah langit ditelan soreKilau jingga mengetuk jendela kaca yang tretutup, Mata ku masih bersisa butir hujan,Menatap kepada bunga layu dibakar terikTiada lagi air memeluk akar nya yang menangisAir mata memang selalu jujur,bahwa aku dan bunga adalah senasib, Yang dulu indah, dan akhirnya terbuang bahkan sebelum tangan melambai,Jendela kaca hanya terdiam bisu, Tidak ada alasan baginya mengusir angin, Yang tergopoh memaksa masuk menghibur ku, mengajak menerbangkan layang-layang penyesalan,Tapi aku tak kunjung lepas dari jeruji bayang, dan sesal amarah masih menjajah hatiBarangkali tak lagi mungkin sekar harum tersenyum, Di taman kecil, rumput liar enggan bercerita cintaKarena hati terlanjur repuk sedemikian,Jendela kaca tetap menutup, menunggu untaian mimpi di ranting malam..--- This episode is sponsored by · Anchor: The easiest way to make a podcast. https://anchor.fm/app--- Send in a voice message: https://anchor.fm/josua-butar/messageSupport this podcast: https://anchor.fm/josua-butar/support


