Show notes
Ketika kecil ia sering diajak ayahnya bergadangdi bawah pohon cemara di atas bukit. Ayahnyasenang sekali menggendongnya menyeberangi sungai,menyusuri jalan setapak berkelok-kelok dan menanjak.Sampai di puncak, mereka membuat unggun api,berdiang, menemani malam, menjaring sepi. Ia sangatgirang melihat kunang-kunang berpendaran.



