Show notes
Malam saya terbuat dari jalanan kampung yang basah, hujan yang baru saja mati,rindu yang hampir kedaluwarsa,sepi yang tak lagi berfungsi,dan seorang penjual kopiyang mondar-mandir mendorong gerobak kopinya.Sendok kopi memukul-mukul cangkir kopidan suara kopi memantul-mantuldi jidat para penggemar kopiyang sedang berjuang melawan kantuk dan lupa.Harum kopinya terbuat dari harum darahnya.Hitam kopinya terbuat dari hitam nasibnya.Ia masih muda, sekian tahun yang silamdiambil negara di sebuah huru-hara,dan sampai sekarang masih dicari-cari oleh ibunya.Sendok kopi memukul-mukul cangkir kopi.Saya datang mau membeli kopi,tapi si penjual kopi tak ada. Saya hanyabertemu dengan gerobak kopinya.Saya hanya mendengar suaranya:“Minumlah kopiku sebagai kenangan akan daku.”Malam saya terbuat dari jalanan kampungyang basah, hujan yang baru saja mati,dan seorang ibu yang berjalan sendirianmendorong gerobak kopi anaknya.“Selamat malam, Bu. Semua kopi menyayangimu.”Jokpin 2014



