Show notes
Otto Endarto mengemukakan 80% benih yang beredar di sentra jeruk Sambas liar alias tidak berlabel. Hal ini tentu menyulitkan program nasional dalam penyediaan benih jeruk premium dan mengatasi penyakit Huanglongbing (HLB) yang menjadi momok petani jeruk. Sambas sebagai daerah pandemik HLB perlu mendapatkan perhatian serius dari berbagai pihak agar areal luas panen yang semakin berkurang dapat ditekan dan bahkan berbenah. Sebanyak 20% masyarakat di Sambas bergantung pada komoditas jeruk. Pengelolaan terpadu kebun jeruk sehat mutlak diterapkan sebagai solusi permasalahan yang ada.



