FluentFiction - Indonesian
FluentFiction - Indonesian
FluentFiction.org
Sweet Success: Budi and Siti's Journey at Pasar Baru
18 minutes Posted Jun 7, 2024 at 10:47 pm.
0:00
18:13
Download MP3
Show notes
Fluent Fiction - Indonesian: Sweet Success: Budi and Siti's Journey at Pasar Baru
Find the full episode transcript, vocabulary words, and more:
fluentfiction.org/sweet-success-budi-and-sitis-journey-at-pasar-baru

Story Transcript:

Id: Pasar Baru selalu ramai setiap pagi.
En: Pasar Baru is always bustling every morning.

Id: Pedagang dan pembeli datang silih berganti mencari rejeki.
En: Merchants and buyers come and go, seeking fortune.

Id: Di sudut pasar, ada tempat baru yang menarik perhatian.
En: In one corner of the market, a new spot has caught the eye.

Id: Di situ, Budi dan Siti sedang menyiapkan warung baru mereka.
En: There, Budi and Siti are preparing their new stall.

Id: Budi berkata, "Siti, ayo kita tata meja ini. Semua kue harus terlihat menarik."
En: Budi said, “Siti, let’s arrange this table. All the cakes must look appealing.”

Id: Siti mengangguk. "Tentu, Budi. Aku akan tata klepon di sini dan lemper di sana."
En: Siti nodded. “Of course, Budi. I’ll arrange the klepon here and the lemper there.”

Id: Siti meletakkan kue-kue tradisional Indonesia dengan hati-hati.
En: Siti carefully placed the traditional Indonesian cakes.

Id: Ada klepon, lemper, dan onde-onde yang menggugah selera.
En: There were klepon, lemper, and onde-onde that looked delicious.

Id: Budi sedang memasang spanduk warna-warni di atas warung.
En: Budi was putting up colorful banners above the stall.

Id: Tulisan di spanduk itu besar dan jelas: "Kue Tradisional Budi dan Siti".
En: The writing on the banner was big and clear: “Budi and Siti’s Traditional Cakes.”

Id: Budi tersenyum puas, "Siti, spanduk ini pasti akan menarik perhatian."
En: Budi smiled contentedly, “Siti, this banner will surely attract attention.”

Id: Siti tersenyum kembali, "Benar, Budi. Tapi kita juga harus ramah pada pembeli. Senyum dan sapa mereka."
En: Siti smiled back, “True, Budi. But we also have to be friendly to the customers. Smile and greet them.”

Id: Pasar mulai lebih ramai.
En: The market began to get busier.

Id: Beberapa orang datang mendekat.
En: Some people approached.

Id: "Selamat pagi, Budi dan Siti! Apa yang kalian jual di sini?" tanya seorang ibu-ibu.
En: “Good morning, Budi and Siti! What are you selling here?” asked a lady.

Id: "Kue tradisional, Bu! Ada klepon, lemper, dan onde-onde. Mau coba?" jawab Siti dengan senyum.
En: “Traditional cakes, Ma’am! There are klepon, lemper, and onde-onde. Want to try?” Siti replied with a smile.

Id: Ibu-ibu itu mencicipi satu klepon.
En: The lady tasted a klepon.

Id: Dia tersenyum lebar, "Enak sekali! Saya beli sepuluh, ya?"
En: She smiled broadly, “Very delicious! I’ll buy ten, please?”

Id: Budi segera membungkus klepon untuk ibu itu.
En: Budi quickly wrapped the klepon for the lady.

Id: "Terima kasih, Bu! Semoga suka."
En: “Thank you, Ma’am! Hope you like it.”

Id: Setelah ibu itu pergi, beberapa orang lain datang.
En: After the lady left, more people came.

Id: Mereka tertarik melihat spanduk dan kue yang tertata rapi.
En: They were intrigued by the banner and the neatly arranged cakes.

Id: Seorang bapak-bapak mencoba onde-onde.
En: An elderly man tried an onde-onde.

Id: "Luar biasa! Onde-ondenya lembut dan manis. Saya akan beli juga."
En: “Amazing! The onde-onde is soft and sweet. I’ll buy some too.”

Id: "Hari pertama kita berjalan baik, Siti!" seru Budi dengan gembira.
En: “Our first day is going well, Siti!” Budi exclaimed happily.

Id: Siti...