1) Armanda Aulia Putri (220810201253 – FEB)
2) Khoirun Nabila Safitri (220810201262 – FEB)
Pada podcast ini, kami membahas tentang prespektif masyarakat Indonesia yang
mangharuskan wanita untuk dapat memasak. Kami membahas bagaimana prespektif itu bisa
tersebar di kalangan masyarakat Indonesia, dan yang kami dapati bahwasannya prespektif
tersebut muncul karena pada zaman dulu masih sedikit cara untuk bisa makan, dengan pilihan
antara masak atau beli. Sebenarnya di zaman sekarangpun masih sama, antara masak atau beli,
namun, “beli” pada zaman sekarang sudah sangat di dukung oleh teknologi yang semakin
terdepan, sebagai contoh delivery, gofood, shopeefood, dan masih banyak lagi.
Namun, masak juga mempunyai lebih banyak sisi positifnya. Selain masak adalah basic
skill yang harus dimiliki semua orang, dengan memasak kita juga bisa beli bahan yang murah
namun berkualitas, pengeluaran untuk masakan dapat irit dan dana yang terkumpul bisa
dialihkan ke pemakaian yang lain. Dan bisa membangun gizi untuk diri sendiri dan orang lain
(contohnya keluarga) yang mencukupi.
Tetapi di sisi lain, tidak sedikit wanita yang memilih untuk berkarir, dengan jam
berangkat dan pulang kerja yang membuat letih lalu memilih untuk memesan makanan dengan
online. Tidak ada masalah untuk itu, kami tidak bisa membandingan yang kurang dan yang
lebih, karena tidak ada yang kurang dan tidak ada yang lebih. Semua berjalan dengan keinginan
masing-masing individu, namun alangkah baiknya jika prespektif ‘wanita diharuskan untuk
bisa memasak’ perlu dibenahi, karena memasak adalah skill yang harus dimiliki oleh wanita
maupun pria.
--- Support this podcast: https://podcasters.spotify.com/pod/show/talkingiscuring/support
