Membahas tentang Working Group Imigrasi & Kewarganegaraan dan Dwi Kewarganegaraan dengan Hermansyah yang adalah Chairperson Working Group Imigrasi dan Kewarganegaraan IDN Global (WGIK)
Herman Syah, lahir di Padang Panjang 60 tahun yll., adalah seorang Alumni ITB yang memperoleh Master di bidang Aerospace Engineering dari TU Delft.
Sempat bekerja di PTDI Bandung Indonesia dan kembali ke Nederland sebagai kandidat PhD. Tetapi, akibat kesulitan finansial, ia terpaksa meninggalkan program PhDnya dan pindah profesi ke dunia IT sebagai Software Engineer/Software Test Engineer sejak 20 tahun yang lalu hingga sekarang.
Antusias dengan Kongres Diaspora Indonesia yang pertama tahun 2012, Herman bersama beberapa Diaspora Indonesia di Negeri Belanda mendirikan IDN-NL di akhir 2012. Dalam upaya melanjutkan perjuangan Dwi Kewarganegaraan yang dirintisnya bersama teman-teman seprofesinya pada tahun 2005, Herman mendirikan Task Force Imigrasi dan Kewarganegaraan (TFIK) IDN-NL dan juga TFIK IDN-EU pada tahun 2013.
TFIK IDN-NL dibawah kepemimpinan Herman berhasil menerbitkan booklet mengenai Kartu Masyarakat Indonesia di Luar Negeri (KMILN), sementara TFIK IDN-EU berhasil menberbitkan sebuah buku berjudul 'Hukum (Dwi) Kewarganegaraan di Uni-Eropa' sebagai kontribusi Diaspora Indonesia di Uni Eropa dalam Kongres Diaspora Indonesia ke III tahun 2015.
Pada Kongres Diaspora Indonesia ke IV pada tahun 2017, Herman mendapat kepercayaan sebagai anggota Board of Trustee IDN-Global 2017-2019 dan dalam kepengurusan IDN-Global 2019-2021 ia mendapat kepercayaan untuk memimpin Working Group Imigrasi dan Kewarganegaraan IDN-Global 2019-2021. Working Group ini belum lama ini meluncurkan sebuah report yang berjudul KMILN Antara Konsepsi, Implementasi dan Harapan.



