Show notes
Puisi ini adalah karya seorang sahabat (saya sebut namanya dalam puisi ini), yang inspirasinya Beliau dapat dari seseorang pembenci CADAR.... tapi saat wabah COVID-19 tanpa dia sadari, akhirnya diapun memakai "cadar" yang menutupi wajahnya untuk mencegah paparan virus tersebut. Semoga puisi ini bisa membuat kesadaran baru bahwa tak ada sama sekali membenci sesuatu yang diyakini benar oleh orang lain selama itu tidak mengganggu dirinya bahkan lingkungan pada umumnya..... Melihat identitas tak mesti dengan harus muka terbuka sehingga cadar di larang.... ada banyak cara menghormati keputusan pribadi bercadar dengan juga menghormati kepentingan umum tanpa harus menjadi PEMBENCI. Salam damai untukmu saudariku yang dulunya membenci cadar.... :)

